Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan


Sabtu, 04/10/2008 13:30 WIB

Australia toleransi 2,5 mg zat melamin

oleh : Antara


BRISBANE (Antara) : Lembaga Standard Pangan Australia-Selandia Baru (FSANZ) masih menoleransi zat melamin dalam berbagai produk makanan berbasis susu jika kandungannya maksimal hanya 2,5 miligram per kg.

Laporan FSANZ yang diperoleh Antara di Brisbane hari ini menyebutkan tingkat kandungan zat melamin di atas 2,5 miligram per kg makanan mengindikasikan percampuran makanan.

Hanya saja, untuk produk susu formula bayi, kandungan melamin yang dapat ditoleransi tidak lebih dari satu miligram per kilogram.

FSANZ menyebutkan produk-produk makanan dengan kandungan zat melamin yang berlebihan bisa menyebabkan konsumen tertentu menderita penyakit ginjal dalam waktu lama. Beberapa gejala penyakit ginjal itu adalah adanya darah dalam urin (air seni), adanya ciri-ciri infeksi ginjal, timbul rasa sakit dan tekanan darah tinggi.

Sejak merebak isu produk susu asal China mengandung zat kimia melamin yang mematikan September lalu, pemerintah Australia sudah menarik empat produk asal negara itu dari pasar.

Ke-empat produk China yang mengandung bahan berbahaya tersebut sehingga ditarik dari pasar Australia adalah permen "White Rabbit", permen "Cadbury Eclairs", biskuit "Lotte Koala", dan teh susu "Kirin".

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Dharma Jaya siapkan 6.600 ekor kurban
  • Matahari yakin omset penjualan terlampaui
  • 'Bulog tak monopoli perdagangan gula'
  • RUPSLB BBJ sepakat Edi Susmadi direktur baru

Komentar

Beri Komentar