Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Senin, 06/10/2008 11:54 WIB
Bulog jaga ketahanan pangan
oleh : Sepudin Zuhri
JAKARTA (Bisnis.com): Bulog terus memfokuskan kepada pelayanan publik (public services obligation/PSO) untuk menjaga ketahanan pangan, sehingga kegiatan komersial bulog hanya sekitar 10% dan PSO sebesar 90%.
Dirut Bulog Mustafa Abubakar mengatakan optimistis target pengadaan tahun ini akan tercapai meskipun baru mencapai 67% atau 2,3 juta ton dan tidak akan melakukan impor.
Pengadaan Bulog hingga saat ini sebesar 2,7 juta ton dari jalur harga pembelian pemerintah 2,4 juta ton dan sisanya melalui jalur pembelian komersial.
Mustafa mengatakan akan hati-hati dalam menaikkan harga pembelian gabah dan beras, karena harus melihat dua sisi yaitu petani dan harga beras di tingkat konsumen.
Petani, katanya, menghadapi kenaikan biaya produksi dan harga-harga barang lainnya. di sisi lain harga beras harus tetap stabil agar dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat.
"Bulog akan menjadi andalan ketahanan pangan Indonesia,'' ujarnya pada saat acara Halal bi Halal Bulog, hari ini.
Dia menambahkan penyaluran beras untuk penduduk miskin (raskin) semakin baik baik dari kualitas maupun waktu. Bulog akan terus membenahi penyaluran raskin melalui warung desa dengan sehingga dapat mengurangi biaya angkut karena distribusi sampai pada titik bagi.
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI