Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Perdagangan
Kamis, 09/10/2008 16:23 WIB
Trade Expo diharapkan jadi sarana promosi
oleh : Sepudin Zuhri & Nurbaiti
JAKARTA (Bisnis.com): Mendag Mari Elka Pangestu berharap Trade Expo Indonesia (TEI) ke 23 mampu menjadi sarana promosi dan perdagangan produk ekspor nonmigas.
"Para eksportir Indonesia dan pembeli mancanegara dapat memanfaatkan TEI 2008 secara optimal untuk menjajaki kegiatan transaksi ekonomi yang tidak hanya ditujukan bagi pasar tradisional, tetapi merambah ke jaringan pasar nontradisional sebagai pasar alternatif," ujar Mendag di sela-sela acara halal bihalal hari ini.
Menurut dia, dalam lima tahun terakhir Depdag telah berupaya memperluas jaringan pasar, di luar pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa serta mencari peluang bagi pasar-pasar baru.
Mari menjelaskan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mengantisipasi dampak krisis finansial global, pihaknya berupaya meningkatkan cadangan devisa negara dari industri-industri seperti pariwisata hingga mengekspor tenaga kerja terampil.
Beragam produk ekspor nonkomoditas siap pakai akan dipamerkan di TEI 2008 yang diadakan di Kemayoran pada 21-25 oktober. Produk yang dipamerkan antara lain perhiasan, perlengkapan kantor dan kertas, produk kulit, produk tekstil, material bangunan, gelas dan keramik, produk holtikultura, furniture, elektronik, alas kaki, peralatan medis, bumbu-bumbu, produk karet.
Sebelumnya, Mari pernah mengatakan TEI merupakan wahana untuk membawa produk Indonesia ke dunia internasional sehingga dapat menjadi duta yang mewakili citra bangsa, sebagai suatu usaha untuk menempatkan Indonesia ke dalam peta dunia. "Produksi dalam negeri harus memiliki nilai tambah agar bisa menjadi eksportir utama."
Dia berharap dalam pameran tersebut dapat ditampilkan produk yang memiliki kualitas internasional. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BSN: 1.900 SNI perlu diabolisi
- Fundamental ekspor tetap diperkuat
- McDonald's naikkan investasi di Asia akibat resesi
- DKI akan impor daging sapi asal Brasil
- Korsel beri hibah US$3 juta kepada RI