Papua akan bangun jalan sepanjang 140 km

Kamis, 19/03/2009 20:05:53 WIBOleh: Rahmayulish Saleh

JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah akan membangun jalan sepanjang 140 km dari Habema sampai Yuguru, Papua, dengan biaya yang diharapkan dari dana stimulus sebesar Rp560 miliar.

"Diperkirakan pertengahan tahun ini mulai dikerjakan," kata Rizal Malarangeng, Staf Khusus Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat hari ini.

Perencanaan pembangunan jalan di Papua tersebut, katanya, sudah melakukan survei beberapa kali. "Insya Allah minggu depan saya dan rombongan akan ke sana lagi untuk memastikan proyek tersebut," ujar Rizal.

Dia mengatakan sampai sekarang masih banyak wilayah di Papua yang terisolasi, jauh dari jangkauan, tidak bisa dilalui lewat darat, atau laut.

"Satu-satunya jalan melalui udara dengan helikopter dan Hercules. Itu membuat harga bahan pokok di sana melambung tinggi. Bisa dibayangkan harga satu sak semen di Wamena mencapai Rp700.000, sedangkan di Puncak Jaya Wijaya menjadi Rp1,1 juta. Padahal di Jakarta hanya Rp40.000 per sak."

Pada zaman pemerintah Orde Baru, katanya, Presiden Soeharto pernah berencana membuat jalan sepajang 500 km, yang akan membelah puncak Jaya Wijaya. "Tapi setelah 20 tahun, jalan tanah tersebut sepi dari masyarakat, tidak ada pos polisi dan penduduk. Sekarang jalan itu sudah menjadi hutan lagi."

Sekarang, lanjut Rizal, pemerintah kembali akan membuat jalan sepanjang 140 km di wilayah Danau Habema sampai Yuguru. "Dalam proyek itu sudah termasuk pembangunan dermaga Yuguru. Di sepanjang jalan tersebu, sudah ada rumah-rumah penduduk dan pos keamanan. Jadi jalurnya hidup, sehingga bisa membantu masyarakat setempat," tambahnya.

Dia mengatakan bicara tentang Papua, sebagian masyarakatnya masih miskin dan masih banyak yang memakai koteka. Padahal di sana juga ada satu kota yang mandiri, Tembagapura, yang dibangun oleh PT Freeport, lengkap dengan sarana dan prasanan yang bagus.

"Cuma dampaknya tidak bisa dirasakan oleh seluruh warga Papua, terutama Wamena, karena memang bentuk wilayahnya yang berbukit-bukit dan berjauhan, sementara untuk mencapai daerah-daerah tepencil tidak bisa dengan darat dan laut. Harus lewat udara." (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika