Tol Bawen-Yogyakarta butuh investasi besar

Kamis, 25/06/2009 16:25:38 WIBOleh: Imung Yuniardi
Imung Yuniardi k44

SEMARANG (bisnis.com): Jalan tol Bawen-Yogyakarta dinilai membutuhkan investasi yang terlalu tinggi sekaligus biaya yang mahal bagi penggunanya dibandingkan rel kereta api.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengungkapkan perkiraan biaya yang akan dibebankan kepada pengguna jalan tol Bawen-Yogyakarta berkisar Rp80-Rp100 per km.

"Dan intinya tidak hanya soal mahal atau murah saja. Pembangunan jalan tol itu hanya akan menambah kerusakan pada lingkungan, berkurangnya lahan pertanian bahkan termasuk menyingkirkan areal pemakaman umum dan menghilangkan jalur irigasi," jelasnya.

Pengalaman pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang terkesan dipaksakan sehingga akhirnya proses pembebasan lahannya berlarut-larut semestinya menjadi pelajaran sebelum merencanakan tol Bawen-Yogyakarta.

Sebelumnya DPRD Jateng mewacanakan pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta yang direncanakan dapat dimulai setelah pengerjaan proyek tol Semarang-Solo selesai pada 2013.

Menurut Djoko, alternatif yang lebih masuk akal adalah revitalisasi jalur rel Yogyakarta-Magelang, kemudian Magelang-Secang-Kedungjati. Selain tidak perlu pembebasan lahan, beban yang mesti ditanggun konsumen kereta api hanya berkisar Rp10-Rp15 per km. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika