Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Rabu, 06/02/2008 11:55 WIB
Tingkat hunian rumah di DKI tahun ini berkurang
oleh : Noerma Komalasari
JAKARTA: Tingkat hunian perumahan di DKI Jakarta tahun ini diprediksi berkurang seiring adanya pergeseran tren hunian ke luar Jakarta.
Pergeseran tren dipicu adanya keterbatasan dan mahalnya harga lahan juga permasalahan banjir sehingga masyarakat akan lebih memilih tinggal di daerah pinggiran yang memilki fasilitas pendukung tak kalah dengan Jakarta.
Senior Manager Markets Group divisi Residensial Procon Evi Susianti mengatakan, tren ini sudah mulai ada sejak enam tahun lalu. Pada tahun ini, pergeseran tingkat hunian ke luar Jakarta akan jauh lebih signifikan mengacu kondisi kuartal IV/2007.
“Pergeseran ada sejak enam tahun lalu, tahun ini lebih pesat dari tahun sebelumnya,” kata dia seusai pemaparan Procon Property Development Trends 2008, hari ini.
Pada kuartal akhir tahun lalu, tingkat hunian di Bekasi menempati posisi puncak. Disusul Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Bekasi memegang tingkat hunian 90,6% sementara Jakarta hanya 85,9%, Tangerang 73,2%, dan Bogor 57%.
Masyarakat menilai Bekasi memilki harga lahan yang lebih murah dibandingkan dengan Tangerang. Keduanya dinilai memilki kelengkapan sarana infrastruktur yang matang sebagai daerah satelit Jakarta.
Sementara itu, Bekasi memilki jumlah pasok hunian baru yang menyebabkan hampir semua rumah yang telah dibeli sudah dibangun dan ditimggali. Sedangkan Tangerang kebanyakan perumahannya masih dalam proses pembangunan sehingga tidak bisa langsung dihuni, namun hunian tersebut juga dialokasikan sebagai investasi.
Sementara tingkat hunian di Bogor menduduki posisi terendah karena kebanyakan masyarakat memebeli hunian di Bogor hanya sebatas tabungan investasi. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- PDAM Semarang bidik perumahan
- Pemkot Semarang didesak benahi jalan
- Pemenang tender proyek Ngaliyan--Mijen dibatalkan
- Rusunami agar gunakan manajemen satu atap
- Tol Bawen-Yogyakarta butuh investasi besar