Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Senin, 28/04/2008 14:15 WIB
Tol Batang-Semarang sedang tahap pemasangan patok
oleh : Antara
JAKARTA: Jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer memasuki tahap pemasangan patok dalam rangka proses pengadaan tanah yang pelaksanaannya dilakukan di Kabupaten Batang.
"Pematokan dilaksanakan pada areal seluas 450 hektar untuk menentukan trase jalan (Right of Way, ROW) tol Batang - Semarang," kata Ketua Tim Pengadaan Tanah Tol Batang - Semarang, Rasbadi di Batang, Jawa Tengah, Senin.
Pemasangan patok sebagai tahap awal proses pembebasan tanah disaksikan langsung Direktur Utama PT.Marga Setiapuritama Harya M. Hidayat dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Batang.
Menurut Rasbadi, pembangunan Tol Batang Semarang melintasi 50 desa dan kelurahan di bawah tiga pemerintahan adninistratif yakni Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang.
Kepada masyarakat yang lahannya terkena tol Batang - Semarang, Rasbadi mengatakan, proses pembebasan tanah sepenuhnya dilaksanakan Departemen Pekerjaan Umum yang dikendalikan Badan Pengatur Jalan Tol.
Dengan dimulainya pemasangan patok merupakan awal berita yang benar mengenai Tol Batang - Semarang bukan lagi sekedar wacana dan terkait hal itu pihaknya sudah mendapat dukungan dari Lurah dan Kepala Desa.
"Lurah dan Kepala Desa yang saya temui sepakat secara serentak dan habis-habisan mendukung pembangunan jalan tol Batang - Semarang karena mereka menyadari manfaatnya seandainya tol ini beroperasi," katanya.
Dengan adanya jalan tol barang yang diangkut akan cepat sampai yang berarti tidak rusak seperti produk makanan dan minuman, sementara bagi kendaraan sendiri akan lebih hemat BBM, tuturnya.
Rasbadi minta manajemen PT.Marga Setiapuritama agar membantu menyediakan lokasi bagi pengusaha restoran di Pantura di `rest area` yang akan dibangun di sepanjang jalan tol.
Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir harga tanah dan bangunannya akan dinilai secara wajar melalui konsultan apraisal (penilai) independen yang akan bertugas secara pararel dengan pematokan.
Dalam melaksanakan pembebasan tanah baik TPT maupun P2T berpegang pada prosedur yang ditetapkan Perpres No. 36 tahun 2005, Keppres No.65 tahun 2006, serta SK Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 2007.
Sementara itu Direktur Utama PT.Marga Setiapuritama, Harya M. Hidayat mengharapkan dengan dimulainya pekerjaan pematokan diharapkan pengadaan tanah dapat selesai kuartal I tahun 2009 serta diharapkan beroperasi kuartal III 2010.
"Kalau target eksternal pengadaan tanah diharapkan maksimal 12 bulan, sedangkan target internal kami sendiri berharap dapat selesai lebih cepat berdasarkan pengalaman pengadaan tanah di tol Kanci - Pejagan," katanya.
Mengenai tim konsultan independen Tol Batang - Semarang, Harya mengatakan telah ditetapkan Wadantra sebagai pelaksana menyisihkan Surveyor Indonesia dan Eka Mandiri.
Tim independen ini nantinya akan menetapkan harga yang wajar tanah yang akan dibebaskan TPT. Sementara yang akan melaksanakan negosiasi harga dengan masyarakat dilakukan P2T, jelas Harya.
Mengingat ada tiga pemerintahan administratif yang dilalui Tol Batang - Semarang berarti ada tiga P2T yang dikoordinasikan P2T Provinsi Jawa Tengah. Kalau satu koridor terletak dalam wilayah provinsi maka ada P2T provinsi, jelasnya.
Pembangunan Tol Batang - Semarang rencananya akan dikenakan tarif Rp550 per kilometer untuk Golongan I dan golongan II sampai V masing-masing dihitung 1,5 kali dari Golongan I sesuai tertuang dalam perjanjian, jelas Harya.
Terkait dengan kecepatan pematokan, Rasbadi mengatakan, maksimal dalam satu hari mampu melakukan pematokan sepanjang 7 kilometer dengan menggunakan alat penunjuk posisi global (global positioning system-GPS). (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- BNI Syariah & Kemenpera kerjasama pembiayaan rumah
- Pakuwon tawarkan strategi jaminan sewa
- Perumnas bangun 3 tower rusuna
- Perumnas bangun rusunami bagi karyawan PLN
- PLN dan DPD Realestat teken MoU