Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti


Jumat, 11/07/2008 19:10 WIB

Jakarta harus ubah tata kota

oleh : Fani Agustina


JAKARTA (Bisnis.com): Jakarta sudah saatnya melakukan perubahan, terutama di bidang tata kota, seiring semakin meningkatnya masalah yang dihadapi.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Marco Kusumawijaya mengatakan Jakarta sudah memerlukan perubahan. Bukan hanya perubahan yang omong belaka, namun perubahan yang benar-benar bergerak.

"Sudah banyak yang hanya omong doang, sudah saatnya kita bertindak secara radikal karena Jakarta tingkat kegawatannya sudah masuk tahap urgent," ujarnya pada Orasi Budaya Tata Kota Jakarta sebagai Kota Megalopolitan yang digelar di Galeri Publik, Institute for Global Justice, hari ini.

Dalam hal tata kota dia ingin kota itu tidak saja menjadi habitat tapi harus mendukung terjadinya habitus. Perencanaan kota adalah salah satu ruang dan kesempatan untuk memperbaiki konflik yang ada. Untuk itu dalam perencanaan kota perlu dipikirkan adanya ruang publik.

Dengan adanya ruang publik maka akan terjalin suatu interaksi masyarakat. Sebagai contoh pasar tradisional, dimana di tempat tersebut terjadi interaksi yang baik dan damai. Negosiasi yang sebenar-benarnya, jadi perlu dilestarikan.

Sementara itu, dosen planologi Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan tata kota Jakarta perlu dibenahi. Misalnya saja pada halte-halte busway di mana ada halte yang ramai dan padat tapi ada juga halte yang sepi.

"Hal ini berkaitan dengan cara berpikir orang-orang yang lebih mengutamakan efisiensi. Orang akan berhenti pada halte yang terdekat dengan rumah atau kantor mereka. Hal ini karena mereka tidak ingin berjalan terlalu jauh. Masalahnya adalah pada saat berjalan kaki tidak ada faktor kesenangan maka tidak terbentuk suatu ruang publik."

Berbeda dengan di mal, katanyaa, di sana terbentuk ruang publik karena ada kesenangan. Hal ini perlu ditinjau, sebetulnya bagaimana seharusnya rekonstruksi ruang di Jakarta karena ini berhubungan dengan relasi sosial.

Kepala Dinas Tata Kota Wiriyatmoko MT mengatakan pihaknya berusaha mengoptimalisasi tata ruang agar berguna bagi orang lain. Untuk permasalahan banjir, diusahakan dengan menggunakan sumur biopori, namun sosialisasi masih kurang karena permasalahan dana. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Anggaran infrastruktur di PU naik 8,7%
  • Donald Trump beli rumah artis McMahon
  • Tim pengkaji nilai proyek akan dibentuk
  • Java Paragon ubah tower apartemen jadi hotel

Komentar

Beri Komentar