Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Selasa, 15/07/2008 14:18 WIB
Centro jual 2 lusin properti di AS
oleh : Berliana Elisabeth S.
SYDNEY (AP): Centro Properties Group, pengelola pusat perbelanjaan Australia, menjual dua lusin propertinya yang berada di AS dengan harga lebih rendah 10% dari nilai buku untuk membayar utang.
Penjualan aset ini untuk mempertahankan kelangsungan usaha setelah merugi pada kredit subprime mortgage. Dana hasil penjualan akan dipakai untuk melunasi utang.
Centro menjual 29 dari 31 properti yang dimiliki Centro America Fund, pengelola grup, senilai US$714 juta kepada penasihat investasi real estate swasta. Centro, pusat perbelanjaan terbesar kedua di Australia setelah Westfiled Group, yang mengelola dana lebih dari A$8,5 miliar (US$8,2 miliar), merugi sehingga harus berutang.
Pusat perbelanjaan ini harus melunasi utang sebelum 15 Desember 2008 kepada kreditor lokal senilai A$2,3 miliar (US$2,2 miliar) dan US$450 juta kepada kreditor di AS. Harga saham Centro naik 11% pasca pemberitaan penjualan ini menjadi A$25,5 sen. Tetapi beberapa analis memperingatkan investor perusahaan belum keluar dari masalahnya saat ini.
"Ini merupakan satu langkah menuju arah yang tepat, tetapi sangatlah dini untuk mengatakan bahwa saat ini merupakan waktunya Centro kembali pulih, perusahaan bahkan masih tercekik utang," ucap analis ABN Amro Bill Bishop.
Perjanjian jual beli properti itu terjadi di 15 negara bagian AS termasuk saham yang dimiliki pusat perbelanjaan independen di North Carolina dan Elk Park di Minnesota. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Tol Semarang-Solo ditargetkan selesai 2011
- DKI diminta segera laksanakan tender proyek
- RSH, Rusunami diusulkan bebas PPN
- Bakrieland gandeng Suntech terapkan energi surya
- UU Arsitek akan dongkrak mutu bangunan