Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Rabu, 20/08/2008 18:00 WIB
Paragon City kurang perhatikan amdal
oleh : Arief Novianto
SEMARANG (Bisnis.com): Dewan Kota Semarang segera memanggil Kontraktor dan Pengembang Paragon City menyusul proses pembangunannya yang kurang memperhatikan analisa dampak lingkungan.
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengatakan proses pembangunan Paragon City saat ini mulai menimbulkan dampak lingkungan berupa gangguan terhadap fasilitas umum dan pelayanan publik di sekitar lokasi. Menurut dia, gangguan tersebut seperti penurunan muka tanah dan kerusakan pada badan jalan di jalan Sekayu, serta kemiringan dan keretakan dinding pembatas proyek yang membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan.
Dia menambahkan pihaknya mengimbau kepada Komisi C DPRD Kota Semarang segera memanggil PT Wijaya Karya [Kontraktor] dan PT Cakrawala Sakti Kencana [pengembang], guna meminta penjelasan dan jaminan keamanan. "Pelaksanaan pembangunan proyek Paragon City kurang memperhatikan analisa dampak lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap fasilitas umum dan pelayanan publik, sehingga harus segera diselesaikan," ujarnya, hari ini.
Lurah Sekayu Supriyadi menuturkan gangguan terhadap sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Namun, belakangan ini kondisinya justru semakin parah, khususnya pada dinding pembatas proyek dengan jalan yang mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan.
Dengan kondisi itu, dia meminta kepada pelaksana proyek untuk segera meruntuhkan dinding tersebut dan menggantinya dengan pembatas yang lain seperti seng. "Hal itu ditujukan untuk mengurangi bahaya runtuhnya dinding yang dapat mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan, dan saat ini tengah dilakukan proses pembongkarannya untuk diganti dengan seng,” jelasnya.
Supriyadi mengungkapkan penurunan muka tanah dan badan jalan di sekitar lokasi juga sudah diantisipasi dengan pengurukan dan pemasangan police line, guna meminimalisir terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan. Namun, dia menambahkan pengurukan yang dilakukan itu justru dikhawatirkan akan mengganggu saluran pembuangan di sepanjang jalan, terutama saat datangnya hujan.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo