Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti


Senin, 25/08/2008 19:47 WIB

5 Investor tol Surabaya-Mojokerto dipanggil

oleh : A. Dadan Muhanda

JAKARTA (bisnis.com): Departemen Pekerjaan Umum akan memanggil lima investor yang mempunyai kepemilikan saham pada proyek tol Surabaya-Mojokerto untuk memastikan nasib proyek itu.

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan perubahan komposisi saham pada proyek jalan tol harus memperoleh izin menteri karena berkaitan dengan perubahan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT).

"Ya harus izin dulu, nanti saya ketemu Jasa Marga. Wika juga akan dimintai keterangannya lagi. Moeladi [pemegang saham mayoritas] sudah saya minta keterangannya," katanya kepada Bisnis seusai membuka pameran foto infrastruktur di Jakarta hari ini.

Dalam perjanjian pengusahaan jalan tol Surabaya-Mojokerto, proyek itu dipegang oleh PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) yang terdiri dari lima perusahaan yaitu PT Moeladi sebesar 36,5%, PT Jasa Marga Tbk 16%, PT Dressa Cipta (20%), PT Kaliurang Daya Cipta (15%), dan PT Induco Matra (12,5%).

Proyek pekerjaan seksi IA tol Surabaya-Mojokerto terhenti sejak dua bulan lalu karena Marga Nujyasumo Agung kesulitan pendanaan. Padahal dalam perjanjian seharusnya seksi pertama itu beroperasi pada Juli lalu.

Perusahaan itu kemudian berencana melepas sebagian sahamnya untuk mengejar target pekerjaan tol sepanjang 37 km agar bisa beroperasi sebelum awal 2010.

PT Wijaya Karya Tbk yang menjadi kontraktor proyek itu kemudian menyatakan minatnya untuk mengambil alih saham proyek tol Surabaya-Mojokerto itu hingga 51%. BUMN lainnya, Jasa Marga juga berencana memperbesar porsi sahamnya menjadi 55%.

Pada 17 Agustus lalu, Jasa Marga dan MNA menandatangani nota kesepahaman mengenai penjualan sebagian sahamnya. Menteri Djoko Kirmanto mengatakan sampai saat ini belum ada perubahan komposisi saham pada proyek itu karena belum ada permohonan surat resmi.

Djoko mengatakan akan mengkaji perusahaan mana yang memberikan komitmen dan persyaratan kuat untuk melanjutkan proyek itu. "Yang sanggup mengerjakan lebih cepat dari jadwal itu akan ditunjuk. Kalau Wika sanggup menjadi investor dan mengerjakan lebih cepat silahkan saja," ujarnya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Potensi gagal bayar cicilan KPR tinggi
  • 'Sistem jaringan utilitas kota DKI perlu dibenahi'
  • BNSP gandeng LPKJ tingkatkan kualitas SDM
  • Wika bidik tiga proyek infrastruktur

Komentar

Beri Komentar