Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Selasa, 26/08/2008 18:24 WIB
Wika akan kaji ulang proyek rusunami
oleh : A. Dadan Muhanda
JAKARTA (bisnis.com): PT Wijaya Karya Tbk (Wika) akan mengkaji ulang proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) karena harga jual yang ditetapkan pemerintah tidak dapat menutupi biaya produksi.
Direktur Operasional Wika Slamet Maryono mengatakan masih kesulitan menghitung proyek rusunami dengan harga jual Rp144 juta akibat kenaikan harga bahan bangunan.
"Sampai saat ini belum ada proyek rusunami baru. Kami masih hitung untung ruginya dan risiko bisnsinya karena harga bahan baku naik sementara harga jual tetap," katanya kepada Bisnis di Jakarta.
Dalam portofolio bisnis Wika, salah satu sasaran proyek yang akan digarap adalah program pembangunan 1.000 menara rusunami yang dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun lalu melalui salah satu anak perusahannya PT Wika Realty.
Wika hingga kini hanya mengerjakan satu proyek rusunami di Cawang saat harga bahan baku bangunan belum naik. Perseroan baru akan menggarap proyek rusunami baru setelah ada perubahan harga jual oleh pemerintah.
Slamet mengatakan aturan rusunami yang dikeluarkan pemerintah juga belum rinci sehingga untuk terjun dalam proyek ini perlu perhitungan yang matang. "Kami belum menemukan lokasi yang tepat serta struktur bangunan ideal."
Wika Realty sejak 1985 sudah menggarap sejumlah proyek perumahan. Sektor usaha perusahaan ini juga juga meliputi layanan konsultasi, perencanaan, layanan konstruksi dan pembukaan lahan. Ribuan unit rumah telah dibangun dengan konsep tamansari, yaitu konsep taman perumahan dengan dukungan fasilitas terbaik bagi keluarga.
Lokasinya diantaranya berada di Tamansari Pesona Bali di selatan Jakarta, Tamansari Persada Bogor, Tamansari Bukit Damai di Parung, Bogor, Tamansari Bukit Bandung, Tamansari Manglayang Regency di Bandung, dan Tamansari Bukit Mutiara di Balikpapan. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo