Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Rabu, 27/08/2008 10:51 WIB
Panangian luncurkan buku "Rumah untuk Rakyat"
oleh : A. Dadan Muhanda
JAKARTA (bisnis.com): Pengamat properti nasional Panangian Simanungkalit meluncurkan buku berjudul "Rumah untuk Rakyat" di gedung Perpustakaan Nasional.
Dalam acara peluncuran buku itu, Panangian, yang juga Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), menyampaikan orasi ilmiah dan tayangan film dokumenter mengenai kondisi masyarakat miskin perkotaan.
Dalam tayangan dokumenter itu disebutkan ada sekitar 15.000 lokasi kumuh di Indonesia. Mereka adalah golongan masyarakat bawah yang tinggal di kolong jembatan, sempadan atau pinggir sungai dan rel kereta api.
Menurut dia, masyarakat miskin perkotaan itu tetap mempunyai hak untuk hidup layak. Tetapi pemerintah belum mempunyai kebijakan untuk memfasilitasi rumah layak huni bagi masyarakat.
Anggaran subsidi perumahan pada 2009 sebesar Rp1,8 triliun belum menyentuh masyarakat miskin kota. Pemerintah, kata dia, harus memperbanyak program penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan tarif yang sangat terjangkau oleh masyarakat golongan bawah.
"Perilaku penggusuran harus disertai solusi dengan menyediakan rumah layak huni," katanya saat menyampaikan orasi dihadapan 150 undangan pagi tadi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo