Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Kamis, 28/08/2008 14:58 WIB
Ketersediaan air di RI di atas rata-rata dunia
oleh : Nurudin Abdullah
PURWAKARTA, Jabar (Bisnis.com): Ketersediaan air bersih di Indonesia semakin tidak menentu karena pengaruh perubahan iklim global dan faktor lokal akibat aktifitas manusia.
Faktor lain penyebab berkurangnya ketersediaan air bersih ialah pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat.
"Karena itu air bersih atau air tawar menjadi benda langka yang sering diperebutkan banyak pihak," kata Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursyirwan di Jatiluhur Purwakarta, hari ini.
Dia mengatakan rata-rata ketersediaan air di atas daratan di Indonesia mencapai 15.000 m3 per kapita per tahun, atau 25 kali lipat dari rata-rata ketersediaan air per kapita dunia yang hanya 600 m3 per kapita per tahun.
Kendati ketersediaan air di Indonesia menurut skala global itu sangat berlimpah, tetapi keberlimpahan itu ternyata tidak merata di setiap wilayah, ujarnya.
Menurut Iwan, Pulau Jawa yang luasnya sekitar 7% dari daratan Indonesia ketersediaan airnya hanya sekitar 4,5% dari potensi air tawar secara nasional.
Dilematisnya, lanjut dia, Pulau Jawa tergolong sebagai wilayah yang mengalami tekanan penyediaan air yang perlu diwaspadai.
Sedangkan kegiatan industri dan rumah tangga serta jumlah penduduk yang semakin meningkat, terutama di kawasan perkotaan, telah ikut meperburuk kualitas air yang pada akhirnya akan menimbulkan kenaikan biaya produksi air minum.
Sekretaris Dewan Sumber Daya Air Nasional Imam Anshori mengatakan degradasi daya dukung lingkungan areal resapan air hulu sangat mempengaruhi ketersediaan air bersih di Indonesia.
Hal itu terjadi akibat pembabatan hutan yang tidak terkendali, sehingga luas lahan kritis di Tanah Air terus meningkat, dengan pertambahan sekitar 3,8 juta hektare per tahun.
"Kondisi tersebut mengakibatkan kurangnya kemampuan daerah resapan menyimpan air di musim kemarau dan sebaliknya, pada musim hujan besaran dan frekuensi banjir semakin meningkat, demikian juga sedimentasi dan pendangkalan di waduk dan sungai," katanya.
Masalah ketersediaan air bersih di Tanah Air tersebut dibahas dalam lokakarya Pengelolaan sumber daya air terpadu untuk jurnalis yang diselenggarakan Kemitraan Air Indonesia (KAI) di Jatiluhur Purwakarta, hari ini. Namun wartawan yang hadir hanya lima orang.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo