Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Jumat, 05/09/2008 18:41 WIB
Tol Semarang-Solo ditargetkan selesai 2011
oleh : Endot Brilliantono
SEMARANG (bisnis.com): Gubernur Jateng Bibit Waluyo menegaskan pembangunan tol Semarang-Solo ditargetkan selesai pada 2011 asal didukung semua pihak termasuk pemilik lahan yang terkena proyek jalan bebas hambatan itu.
Karena itu, lanjut Bibit, pihaknya meminta masyarakat untuk ikut berpartisipai dengan merelakan lahannya guna kepentingan proyek tersebut.
"Kalau pemilik lahan masih ngotot menolak pembahasan lahannya, pembangunan tol ya tak jadi-jadi," katanya hari ini di kantor gubernuran.
Menurut dia, kalau sampai pambangun tol Semarang–Solo tidak rampung karena persoalan lahan maka masyarakat juga ikut bersalah. Untuk itu dia meminta masyarakat membantu penyelesaian proyek besar itu.
Bibit mengatakan keberadaan tol Semarang-Solo sudah sangat mendesak mengingat jalur lalu lintas kedua kota yang ada sekarang sudah padat. Kepadatan arus lalu lintas di jalur Semarang–Solo yang terjadi sekarang ini dari segi ekonomi sangat merugikan.
Selain itu, katanya, pembangunan tol itu akan meningkatkan perkembangan perekonomian di kedua daerah tersebut dan daerah sekitarnya. Masyarakat diharapkan memiliki pandangan luas, jangan asal menolak karena pembangunan tol tersebut untuk kepentingan bersama yang jauh lebih besar.
Gubernur mengatakan kalau pembangunan tol Semarang-Solo terus terkatung-katung tanpa ada kepastian, dikhawatirkan tidak ada kontraktor yang tertarik lagi mengerjakan. "Sekarang ini perekonomian Jawa Tengah kalah dengan Jawa Timur dan Jawa Barat karena telah berhasil membangun sejumlah ruas jalan tol," tambah Bibit. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo