Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti


Senin, 06/10/2008 19:22 WIB

Realisasi proyek di Departemen PU rendah

oleh : A. Dadan Muhanda

JAKARTA (bisnis.com): Sebanyak 1.899 proyek infrastruktur senilai Rp1,56 triliun di Departemen PU hingga awal Oktober belum ditender sehingga membuat penyerapan anggaran di lembaga itu jauh dari target.

Realisasi pekerjaan proyek di departemen yang membidangi proyek infrastruktur itu juga masih rendah. Hingga akhir September 2008, anggaran baru terserap Rp16 triliun atau separuhnya dari total anggaran Rp32,8 triliun. Padahal sesuai target yang ditetapkan, seharusnya anggaran sudah terserap 74% hingga akhir September.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta semua lembaga satuan kerja di departemen itu agar mempercepat proses adminsitrasi lelang agar dana yang tersimpan dapat tersalurkan di masyarakat di tengah-tengah pengetatan kucuran kredit dari perbankan nasional.

"Ini sangat mengecewakan, padahal Departemen PU merupakan sektor riil yang mampu membangkitan kegiatan ekonomi. Saya minta masalahnya dilihat, kalau memang karena proses yang panjang tolong diperpendek," katanya dalam sambutan rapat kerja evaluasi proyek APBN 2008 dan penajaman proyek APBN 2009 hari ini.

Djoko mengatakan waktu pekerjaan proyek dalam tahun anggaran 2008 tinggal tersisa sekitar 2,5 bulan. Untuk mengerjakan proyek senilai Rp1,56 triliun itu dibutuhkan kerja keras, apalagi proyek lain yang sudah ditender belum dikerjakan secara maksimal.

Proyek yang belum dilelang itu sebagian besar ada di Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 1.569 paket pekerjaan senilai Rp556 miliar, kemudian di Ditjen Bina Marga sebanyak 217 paket senilai Rp919 miliar sisanya tersebar di berbagai satuan kerja. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Potensi gagal bayar cicilan KPR tinggi
  • 'Sistem jaringan utilitas kota DKI perlu dibenahi'
  • BNSP gandeng LPKJ tingkatkan kualitas SDM
  • Wika bidik tiga proyek infrastruktur

Komentar

Beri Komentar