Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti
Rabu, 08/10/2008 16:12 WIB
Realisasi subsidi KPR untuk RSh capai 91%
oleh : A. Dadan Muhanda
JAKARTA (bisnis.com): Penyaluran dana subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah sederhana sehat (RSh) hingga triwulan III/2008 mencapai Rp729 miliar atau terealisasi 91,11% dari anggaran yang tersedia tahun ini Rp800 miliar.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Perumahan Rakyat Tito Murbaintoro mengatakan penyaluran dana subsidi kredit RSh itu tetap tinggi di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil.
"Saya kira dana subsidi yang disediakan Rp800 miliar tahun ini tidak akan mencukupi, karena sampai sekarang saja yang sudah dibayarkan dan sedang diverifikasi mencapai Rp729 miliar," katanya di Jakarta hari ini.
Dana subsidi sebanyak Rp729 miliar itu untuk kebutuhan rumah sederhana sekitar 106.000 unit. Dana sebesar Rp502 miliar atau setara dengan 71.000 unit RSh untuk pembayaran subsidi yang diajukan pada 2007, sedangkan sisanya merupakan pengajuan kredit pada 2008 sebesar Rp227 miliar atau setara dengan 35.000 unit RSh.
Tito mengatakan sisa dana subsidi RSh yang tersedia sebesar Rp71 miliar tidak akan mencukupi, karena biasanya pengajuan kredit meningkat menjelang akhir tahun. Meskipun dananya tidak tersedia, kata dia, Kementerian Perumahan Rakyat akan tetap memroses pengajuan kredit.
Potensi permintaan untuk KPR bersubsidi pada tahun 2008 diperkirakan akan tetap tinggi melebihi permintaan pada 2007. Jika permintaan melebihi anggaran subsidi yang tersedia, akan masuk daftar tunggu pada 2009.
"Kami tidak akan membatasi jumlah permintaan subsidi RSh. Kalau dananya tidak cukup, akan dialihkan ke anggaran tahun depan," katanya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Ekspansi kontraktor asing tertunda krisis'
- Harga bahan bangunan turun, eskalasi tak jadi
- LKPP: Praktik banting harga masih tinggi
- Perdana Gapuraprima fokus garap hunian horizontal
- Sunindo bangun hotel bintang lima di Solo