Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Properti


Kamis, 09/10/2008 19:19 WIB

Pembebasan tanah proyek BKT tersisa 27%

oleh : A. Dadan Muhanda

JAKARTA (bisnis.com): Pembebasan tanah proyek banjir kanal timur (BKT) Jakarta tersisa 27% atau seluas 67,5 ha yang ditargetkan pada April 2009 sudah dapat diselesaikan sepenuhnya sehingga tinggal menyelesaikan konstruksi.

Dirjen Sumber Daya Air Departemen PU Iwan Nusyirwan Diar mengatakan proses konstruksi proyek kanal ini sudah dilakukan secara bertahap pada lahan yang sudah dibebaskan. Proses konstruksi hingga September sudah mencapai sekitar 29% atau melampaui 4% dari target semula.

"Proyek ini tergantung pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemprov DKI. Kalau proses konstruksi dapat berjalan cepat karena proyek dibagi ke dalam beberapa paket pekerjaan," katanya di Jakarta hari ini.

Iwan mengatakan pembebasan tanah ditargetkan baru rampung pada April tahun depan sehingga proses konstruksi dapat dilakukan pada Mei hingga November, dan pada akhir tahun depan proyek dapat digunakan untuk mengatasi banjir di Jakarta.

Kali banjir kanal timur ini membentang sepanjang 23,5 km dari Marunda Jakarta Utara hingga Cipinang Muara Jakarta Timur. Proyek yang dibangun sejak 2001 ini untuk menahan laju air saat banjir dari arah selatan atau dari Bogor dan Depok.

"Kanal ini hanya bisa menyelamatkan sebagian wilayah Jakarta saja, sekitar 270 kilometer persegi," katanya.

Iwan mengatakan lahan seluas 67,5 ha lahan yang belum bebas karena harus mengikuti peraturan baru dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang mewajibkan harga tanah ditetapkan tim penilai independen.

Untuk pembebasan tanah, Pemprov DKI Jakarta sudah mengeluarkan anggaran Rp1,7 triliun sejak dimulai pada 2001, sehingga masih membutuhkan lebih dari Rp600 miliar lagi untuk menyelesaikan sisa 27% itu. Kebutuhan dana konstruksi sekitar Rp1,2 triliun dan baru terpakai sekitar Rp400 miliar. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Potensi gagal bayar cicilan KPR tinggi
  • 'Sistem jaringan utilitas kota DKI perlu dibenahi'
  • BNSP gandeng LPKJ tingkatkan kualitas SDM
  • Wika bidik tiga proyek infrastruktur

Komentar

Beri Komentar