Hipmi diminta formulasikan kredit pakai ijazah

Jumat, 31/07/2009 12:53:55 WIB
Oleh: John Andhi Oktaveri
JAKARTA (bisnis.com): Wapres Jusuf Kalla meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk memformulasikan pola penjaminan kredit dengan menggunakan ijazah bagi kalangan mahasiswa yang baru lulus, guna menciptakan kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Demikian diungkapkan oleh Ketua BP HIPMI Erwin Aksa seusai melakukan pertemuan dengan Wapres, hari ini. Pada pertemuan itu Hipmi menyampaikan rencananya untuk menggelar Hipmi Expo yang akan diadakan pada 12--15 Agustus 2009, sekaligus meminta Wapres untuk menutup acara yang akan diadakan di Jakarta Convention Center tersebut.

Menurut Erwin, generasi muda dari kalangan mahasiswa yang baru lulus mencapai jutaan orang, sehingga merupakan potensi yang besar untuk mendorong semangat kewirausahaan nasional. Dia menyebutkan selama ini generasi muda tersebut mengalami kesulitan dalam hal permodalam kendati semangat mereka untuk berusaha cukup tinggi.

Pemerintah telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara Rp5 juta--Rp500 juta. Namun, sejauh ini penjaminan kredit dengan menggunakan ijazah belum bisa diakomodir oleh pihak penyedia kredit.

Menurut Erwin, calon pengusaha muda tersebut seharusnya bisa mendapatkan kredit pada kisaran Rp5 juta--Rp20 juta untuk pemicu semangat memulai usaha.

Dengan adanya kredit itu, ujarnya, setidaknya problem pengangguran terbuka yang dihadapi generasi muda bisa teratasi. “Ini  sangat merisaukan kami karena mereka adalah para pemuda yang mestinya produktif,” ujarnya kepada wartawan.

Hipmi, katanya, akan terus mendorong para pemuda untuk menjadi pengusaha melalui penyebaran semangat kewirausahaan. “Kami bersyukur bahwa jumlah pengusaha saat ini meningkat banyak dan minat para pemuda untuk menjadi pengusaha juga makin tinggi,” katanya.(er)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika