Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Senin, 05/05/2008 15:04 WIB

BPLHD cari mitra distributor biopori

oleh : Dewi Astuti

JAKARTA (bisnis.com): Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta tengah mencari mitra untuk mendistribusikan alat biopori kepada masyarakat di wilayah ibukota.

Fitratunnisa, Kasubdit Pengendalian Pemanfaatan Sumber Daya Alam BPLHD, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam mendapatkan alat tersebut.

“Kami sering mendapatkan keluhan dari warga mengenai sulitnya mendapat alat biopori. Padahal antusiasme mereka untuk membuat lubang biopori sangat tinggi. Untuk itu kami akan mencoba berkoordinasi dengan instansi terkait untuk distribusi alat tersebut,” katanya kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, masyarakat ibukota selama ini hanya memiliki pilihan untuk membeli secara langsung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) karena alat tersebut masih dilisensi oleh Kamir Erbrata, sang penemu alat biopori yang juga pakar di IPB.

Sementara itu, BPLHD hanya dapat berperan sebagai fasilitator apabila masyarakat ingin membeli alat seharga Rp175.000 per unit itu. “Kami tidak boleh mengadakan alat. Seandainya bisa, kami dengan senang hati akan melakukan pengadaan,” tambahnya.

Terkait pihak yang akan diajak bermitra, Fitratunnisa menyebutkan tengah mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan Dinas UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) DKI Jakarta. Selain itu, instansi terkait lainnya dan toko-toko tertentu juga akan dipertimbangkan.

Kemudahan distribusi alat biopori, lanjutnya, akan turut mendukung sosialisasi pembuatan lubang biopori ke penduduk DKI Jakarta yang telah digencarkan oleh BPLHD sejak tahun lalu.

Pembuatan lubang biopori juga merupakan salah satu program pendukung penanggulangan banjir di Jakarta yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Desember tahun lalu. Pada tahun ini pemerintah provinsi (Pemprov) DKI menargetkan pembuatan satu juta lubang biopori.
 
Kendati tidak diwajibkan, sejak dilakukan sosialisasi pada tahun lalu pembuatan lubang silindris dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100 cm itu telah terealisasi di sejumlah kawasan di ibukota, a.l. di Ancol sebanyak 1.250 lubang, dan Tanjung Duren 400 lubang.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Gran Mahakam promosikan A Taste of Europe
  • Koperasi bisnis pangan belum bangkit
  • KPK dirikan warung kejujuran
  • Sektor padat karya perlu insentif pajak
  • Ibu rumah tangga potensi promosikan produk
  • Festival Jajanan Bango diadakan lagi
  • IKSP imbau bunga kredit rakyat sesuai pasar
  • 2 KSP terbitkan surat utang Rp1 miliar
  • Harga rumah di Sulsel segera naik

Komentar

Beri Komentar