Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Senin, 05/05/2008 19:37 WIB

Harga rotan di Jatim naik 30%

oleh : Dwi Wahyuni

SURABAYA: Harga rotan di Jatim naik 30% atau menjadi Rp8.000 per kg dari semula Rp6.000 per kg menyusul seretnya pasok dari daerah di luar Pulau Jawa akibat mahalnya harga BBM untuk memproses bahan baku tersebut sebelum siap didistribusikan kepada industri mebel.

Ketua Forum Daerah (Forda) UKM Jatim Nur Cahyudi mengatakan sejak harga minyak mentah dunia melonjak perajin dan industri mebel rotan di Jatim kesulitan memperolah pasok bahan baku. Pasalnya pasok dari daerah penghasil rotan di luar Pulau Jawa terus berkurang.

Menurut kabar para petani rotan, kata dia, banyak yang mulai beralih menggeluti bidang lain karena tidak mampu lagi memproses komoditas itu menjadi bahan yang siap dijual ke perajin atau industri mebel.

”Mahalnya harga BBM membuat petani rotan tidak sanggup memproduksi bahan baku rotan setengah jadi, bahkan sebagai dampaknya harga komoditas itu mengalami lonjakan hingga 30%, ” ujar Cahyudi di Surabaya hari ini.

Saat ini harga rotan di Jatim mencapai Rp8.000 per kg atau naik Rp2.000 dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar Rp6.000 kg. Seretnya pasokan dan mahalnya harga komoditas itu, tambahnya, telah membuat pengusaha mebel sulit memenuhi jadwal pemesanan dari para buyers. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Gran Mahakam promosikan A Taste of Europe
  • Koperasi bisnis pangan belum bangkit
  • KPK dirikan warung kejujuran
  • Sektor padat karya perlu insentif pajak
  • Ibu rumah tangga potensi promosikan produk
  • Festival Jajanan Bango diadakan lagi
  • IKSP imbau bunga kredit rakyat sesuai pasar
  • 2 KSP terbitkan surat utang Rp1 miliar
  • Harga rumah di Sulsel segera naik

Komentar

Beri Komentar