Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Rabu, 07/05/2008 10:53 WIB
MEI targetkan penumbuhan 5 juta entrepreneur
oleh : Moh. Fatkhul Maskur
JAKARTA (Bisnis): Masyarakat Entrepreneur Indonesia (MEI) menargetkan penumbuhan 5 juta entrepreneur dalam waktu lima tahun untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Arfan Sofan, ketua Kelompok Kerja MEI Kadin Indonesia, mengatakan penumbuhan 10.000 pendamping usaha kecil dan entrepreneur sudah dapat tercapai, dan diharapkan bisa menciptakan entrepreneur berikutnya.
"Kami sudah mulai bekerja sejak tiga tahun lalu, di antaranya bekerja sama dengan IPB dalam pengembangan agroentrepreneur," ujarnya pada peluncuran program mentoring pendamping mahasiswa, sarjana untuk usaha mikro dan kecil.
Selain itu, MEI juga bekerja sama dengan Kantor Menko Perekonomian, Badan Amil Zakat, Kadin Jerman, dan Kadin Aceh dalam pengembangan usaha mikro dan kecil. Arfan mengatakan ancaman pengangguran masih menghantui perekonomian Indonesia. "Yang lulus (jadi sarjana) dan menganggur 200.000 orang."
MEI memanfaatkan organ Kadin Indonesia yang memiliki jaringan yang luas, yakni 33 kadin provinsi, 445 kadin kabupaten/kota, 200 asosiasi, dan 50-an komite bilateral. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pisa Cafe & Resto ganti konsep
- Salvatore Ferragano hadirkan koleksi baru
- Gerai eks Alfa ganti jadi Carrefour
- Denpoo catat kenaikan penjualan 30%
- Kebab Turki Baba Rafi buka gerai di Malaysia
Komentar
#1 - Menciptakan Enterpreneur Baru..
Menarik sekali pernyataan ini dan saya sangat setuju dengan ide dan pemikiran ini. Paling tidak pola pikir masyarakat kita sekarang harus di ubah terlebih dahulu, dimana, pada masyarakat kita yang dinamakan pola pikir bekerja kepada siapa harus diubah menjadi mempekerjakan siapa. Artinya dunia pendidikan kita harus menghasilkan para sarjana-sarjana yang siap untuk membuat lapangan pekerjaan bukan menjadi sarjana-sarjana yang ingin bekerja kepada siapa. Masih banyak sektor-sektor yang mempunyai peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan terutama pada sektor pertanian yang selama ini masih dipandang sebelah mata.Namun dalam hal ini pihak pemerintah sebagai fasilitator hendak benar-benar memberikan dukungan bukan hanya sekedar omong saja.
tri - pontianak @ 07/05/2008 - 11:47 WIB dari 202.152.172.4 (202.152.172.4)