Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Rabu, 07/05/2008 13:08 WIB

Penyalur KUR minta plafon bunga dinaikkan

oleh : Moh. Fatkhul Maskur

JAKARTA: Sejumlah bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) meminta batasan bunga maksimal 16% diperlonggar untuk skema linkage program dengan lembaga keuangan mikro.

Asisten Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Akhmad Junaidi mengatakan beberapa bank kesulitan menyaluran kredit ke tingkat usaha mikro.

“Sejumlah bank tidak punya jaringan seperti BRI. Artinya itu perlu linkage program. Tadinya satu tingkat, sekarang dua step loan. Cost of fund naik, sehingga biaya bunga tidak lagi 16%,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Pemerintah, kata dia, memang menetapkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) Rp500 juta per debitor dan bunga maksimal yang bisa dibebankan kepada pengguna akhir sebesar 16%.

Padahal, BRI saja menetapkan bunga kredit mikro komersial non-KUR saat ini rata-rata 1,25% per bulan. Bila bunga tersebut bersifat flat, maka beban satu tahun yang harus dibayar debitor 15%.

Selain BRI, lima bank lain penyalur kredit usaha rakyat mencakup Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bukopin, BNI, dan BTN. Penyaluran pinjaman berjaminan pemerintah itu saat ini mencapai Rp5 triliun. (ln)

 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Gran Mahakam promosikan A Taste of Europe
  • Koperasi bisnis pangan belum bangkit
  • KPK dirikan warung kejujuran
  • Sektor padat karya perlu insentif pajak
  • Ibu rumah tangga potensi promosikan produk
  • Festival Jajanan Bango diadakan lagi
  • IKSP imbau bunga kredit rakyat sesuai pasar
  • 2 KSP terbitkan surat utang Rp1 miliar
  • Harga rumah di Sulsel segera naik

Komentar

Beri Komentar