Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Rabu, 07/05/2008 13:13 WIB

Harga rumah di Sulsel segera naik

oleh : Kwan Men Yon

MAKASSAR: Perusahaan pengembang di Sulsel bakal mengatrol harga rumah nonsubsidi sekitar 5%-10% apabila pemerintah menaikkan banderol BBM sampai 30%.

Harga baru rumah sederhana bersubsidi sebesar Rp55 juta per unit juga diperkirakan hanya dapat bertahan tiga bulan ke depan sebelum pengusaha kembali meminta pemerintah meningkatkan patokan harga.

Mantan ketua DPD REI Sulsel yang kini menjabat wakil ketua DPP REI Idris Manggabarani mengatakan hal itu tidak terelakkan mengingat harga bahan bangunan pasti melonjak mengikuti kenaikan harga BBM. Dia memprediksi harga bahan bangunan akan melonjak 15%-20%.

Menurutnya, pelaku sektor properti saat ini menghadapi situasi runyam. Di satu sisi pemerintah berencana menaikkan harga BBM, di sisi lain Bank Indonesia telah lebih dulu mengerek suku bunga BI Rate yang berpotensi melemahkan permintaan KPR (kredit pemilikan rumah).

Idris berharap pemerintah mempertimbangkan kenaikan harga BBM secara bertahap agar pengusaha memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan biaya produksi.

“Kami harapnya tahap pertama 10%-15% dulu. Kalau segitu, pengusaha masih bisa mengakali dengan pangkas margin sehingga harga tidak perlu naik. Tapi kalau langsung 30%, saya pikir pengusaha otomatis juga naikkan [harga rumah] sampai 10%,” katanya di Makassar hari ini.

Idris mengaku khawatir ekspansi properti tahun ini tidak dapat lagi sekencang tahun lalu. Pengusaha, ujarnya, dituntut mengetatkan ikat pinggang agar tetap bisa survive.

Meski demikian, dia mengaku masih cukup optimistis khususnya terhadap iklim investasi properti di Sulsel. Tahun ini penjualan rumah di wilayah itu ditargetkan mencapai 9.000 unit, sama dengan tahun lalu.

“Pada 2007 momentumnya bagus sekali untuk menjual rumah. Suku bunga cukup rendah dan sektor pembiayaan mendukung. Konsumen yang pada 2005 dan 2006 menunda membeli rumah juga banyak yang membeli tahun lalu karena mengganggap waktunya tepat,” jelas dia.

Sektor konstruksi/bangunan di Sulsel tumbuh 18,60% (y-o-y) pada kuartal IV/2007 seiring makin maraknya pembangunan perumahan dan konstruksi di daerah itu. Sektor ini secara kumulatif melesat 8,43%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 4,41%.

Secara nominal, produk domestik regional bruto (PDRB) kumulatif sektor konstruksi/bangunan atas dasar harga berlaku sebesar Rp2,79 triliun.

Sektor ini mengalami pertumbuhan tertinggi di antara sektor lainnya dari sisi penawaran tahunan. Sektor lain yang tumbuh cukup tinggi adalah listrik-gas-air bersih sebesar 15,83% (y-o-y) dan angkutan-komunikasi 15,20% (y-o-y). (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Gran Mahakam promosikan A Taste of Europe
  • Koperasi bisnis pangan belum bangkit
  • KPK dirikan warung kejujuran
  • Sektor padat karya perlu insentif pajak
  • Ibu rumah tangga potensi promosikan produk
  • Festival Jajanan Bango diadakan lagi
  • IKSP imbau bunga kredit rakyat sesuai pasar
  • 2 KSP terbitkan surat utang Rp1 miliar
  • Harga rumah di Sulsel segera naik

Komentar

Beri Komentar