Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Rabu, 07/05/2008 15:09 WIB
IKSP imbau bunga kredit rakyat sesuai pasar
oleh : Moh. Fatkhul Maskur
JAKARTA (bisnis.com): Induk Koperasi Simpan Pinjam (IKSP) menilai penetapan bunga maksimal 16% bagi kredit usaha rakyat berpotensi merusak pasar lembaga keuangan mikro.
Direktur IKSP Dwinda Ruslan mengatakan penyaluran pinjaman mikro oleh koperasi, baitul mal wattanwil, dan lembaga keuangan mikro lain umumnya membebankan bunga pinjaman 1,3% - 2% per bulan.
“Kalau KUR dengan bunga 16% maka rata – rata bunga per bulan di bawah 1% flat. Ini jauh lebih kecil dibandingkan harga pinjaman yang dipatok lembaga keuangan mikro selama ini,” ujarnya kepada Bisnis.
Bila koperasi simpan pinjam atau baitul mal wattanwil menyalurkan KUR dengan bunga maksimal 16%, maka sebagian anggota akan memburu dan beralih ke pinjaman ini.
Oleh karena itu, kata dia, IKSP menyarankan pemerintah untuk membebaskan penetapan bunga KUR agar tidak mengganggu pasar koperasi simpan pinjam dan lembaga keuangan mikro yang lain.
“Lebih baik bunga KUR bukan by policy tetapi sesuai mekanisme pasar,” ujar Dwinda.
Pemerintah menempatkan dana Rp1,4 triliun sebagai jaminan atas kredit usaha rakyat yang disalurkan enam bank pelaksana, yakni BRI, BNI, Bukopin, Mandiri, Bank Syariah Mandiri, dan BTN.
Dengan gearing ratio 10 kali, penyaluran kredit ini diproyeksikan mencapai Rp14,5 miliar. Bunga pinjaman maksimal di tingkat pengguna akhir 16%.
Pemerintah juga merintis skema penyaluran melalui lembaga keuangan mikro (linkage program), mengingat hampir semua bank tidak memiliki jaringan sampai ke peminjam mikro.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pisa Cafe & Resto ganti konsep
- Salvatore Ferragano hadirkan koleksi baru
- Gerai eks Alfa ganti jadi Carrefour
- Denpoo catat kenaikan penjualan 30%
- Kebab Turki Baba Rafi buka gerai di Malaysia