Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Selasa, 13/05/2008 11:51 WIB
Koperasi bisnis pangan belum bangkit
oleh : Moh. Fatkhul Maskur
JAKARTA (bisnis.com): Jatuhnya sistem Orde Baru diikuti keruntuhan 2.400 koperasi dalam bisnis pangan belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam 10 tahun Era Reformasi ini.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah koperasi yang menggeluti bisnis pangan pada 1997 mencapai 8.450 unit, ditambah koperasi unit desa yang menggeluti sarana produksi pertanian 2.335 unit.
Tetapi, saat ini jumlah koperasi di sektor tersebut menyusut. Koperasi yang menggeluti bisnis pangan menjadi 7.450 unit dan 930 koperasi unit desa yang menangani pengadaan sarana produksi pertanian.
Pariaman Sinaga, Asisten Deputi Bidang Penelitian Koperasi pada Kementerian Koperasi dan UKM, menilai keruntuhan koperasi dalam bisnis pangan ini dipengaruhi beberapa faktor.
Pertama, kesiapan koperasi untuk mandiri pada saat itu masih lemah, baik dari sisi manajemen usaha, permodalan, dan akses pasar. Kedua, liberalisasi perdagangan yang menyisihkan koperasi dalam persaingan bebas.
Ketiga, penghapusan fasilitas pemerintah dan kebijakan untuk menggunakan koperasi sebagai lembaga ketahanan pangan. Keempat, kenaikan biaya input atau sarana produksi pertanian yang tidak diikuti dengan harga yang bersahabat dengan petani.
Namun, menurut Sinaga, kenaikan harga pangan yang dipicu krisis dunia tampak belum akan mampu memacu kebangkitan kembali koperasi ini. "Padahal, ini peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Petani harus didorong dengan kelembagaan kelompok dan koperasi," ujar Sinaga.
Dia khawatir momentum kenaikan harga pangan dunia ini hanya akan dimanfaatkan oleh para konglomerat dan asing, yang mulai menerjuni sektor pertanian. Kiani, Medco, dan Bangun Cipta adalah sederet nama perusahaan besar yang akan terjun di bisnis ketahanan pangan di Papua dengan lahan 300.000 ha. "Yang memanfaatkan peluang ini mestinya petani, bukang konglomerat atau asing yang buat rice estate," ujarnya. (tw/er)
bisnis.com
Berita Lain
- Nutrifood luncurkan L-Men Asiatix
- Wapres akan buka Smes'co Festival
- Starbuck tingkatkan investasi di China
- Kopja Aneka Sari bangun sentra penyerbukan
- Sekitar 25% perajin jamu setop produksi