Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Selasa, 08/07/2008 14:10 WIB
Marks & Spencer akan tutup toko di Taiwan
oleh : Taufik Wisastra
TAIPEI (Bloomberg): Marks & Spencer Group Plc, jaringan peritel terbesar dari Inggris, dan President Chain Store Corp akan menutup tiga toko yang dioperasikan bersama di Taiwan karena menurunnya penjualan.
"Pelanggan Taiwan lebih suka dengan gerai yang lebih besar daripada toko lebih kecil yang dioperasikan Marks & Spencer," ujar Lillian Lin, juru bicara President Chain yang berbasis di Taipei. President Chain, operator peritel terbesar di Taiwan, menguasai 40% saham perusahaan ventura itu.
Penutupan toko pada akhir Agustus 2008 merupakan yang kedua kali bagi Marks & Spencer setelah sebelumnya keluar dari pasar Taiwan pada 2001. Usaha bersama dengan President Chain membuka toko pertamanya di selatan kota Kaohsiung pada Mei tahun lalu.
President Chain, yang mengoperasikan gerai Starbucks, 7-Eleven dan Coldstone Creamery di Taiwan, mengalami kerugian lebih besar dari perkiraan karena menurunnya penjualan Marks & Spencer dan Hankyu Department Store. Kondisi ini menyebabkan penurunan laba 5% tahun lalu menjadi NT$3,6 miliar (US$119 juta). (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Sarana produksi UKM genjot daya saing ekspor
- Carrefour catat untung US$1,1 miliar
- Penjualan Pop Mie diprediksi naik saat puasa
- Danone tingkatkan kualitas & kuantitas susu
- Kenaikan harga elpiji pukul pengusaha kue