Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Selasa, 15/07/2008 17:35 WIB
Sekitar 25% perajin jamu setop produksi
oleh : M. Fatkhul Maskur
JAKARTA (bisnis.com): Sekitar 25% dari 2.000-an perajin jamu di sentra produksi Cilacap dan Banyumas berhenti produksi akibat terkena stigma penggunaan bahan kimia obat (BKO) pada 54 jamu dan obat tradisional.
Yahya Karomi, Ketua Koperasi Perajin Jamu (Kopja) Aneka Sari, mengatakan para perajin tidak dapat menjual hasil produksi mereka karena ada ketakutan dari para pembeli terhadap produk jamu dari Cilacap dan Banyumas.
Sentra produksi jamu Cilacap tersebar di Kecamatan Kroya, Sampang, Binangun, Adipala, Maos, Nusawungu, dan Kecamatan Sugihan. Jumlah produsen jamu Cilacap diproyeksikan mencapai lebih dari 2.000 perajin. Koperasi Perajin Jamu Aneka Sari, Cilacap, saat ini menghimpun 681 anggota, yang terdiri dari para perajin 481 orang, dan sisanya para pemasar, percetakan, dan petani bahan baku.
"Aktivitas usaha banyak yang terhenti. Sudah ada 17 orang anggota kami yang rumahnya disita bank, karena tak lagi bisa membayar angsuran," ujar Yahya, seusai bertemu dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Sarana produksi UKM genjot daya saing ekspor
- Carrefour catat untung US$1,1 miliar
- Penjualan Pop Mie diprediksi naik saat puasa
- Danone tingkatkan kualitas & kuantitas susu
- Kenaikan harga elpiji pukul pengusaha kue