Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Kamis, 17/07/2008 14:12 WIB
Starbuck tingkatkan investasi di China
oleh : Taufik Wisastra
HONG KONG (Bloomberg): Starbucks Corp akan ekspansi ke China setelah mengumumkan rencana penutupan sejumlah kedai kopinya di Amerika Serikat dan pengurangan tenaga kerja.
"Perubahan itu akan mempengaruhi operasi Starbucks di China lebih positif. Akan adaa lebih banyak inovasi, lebih banyak produk baru tidak hanya investasi," ujar President dari Greater China Wang Jinlong dalam wawancara di Hong Kong.
Konsumen di Amerika Serikat mengurangi belanja untuk minum kopi seiring dengan kontraksi ekonomi dan rekor harga bahaan bakar minyak. Kondisi ini memaksa jaringan kedai kopi itu melakukan penutupan terbesar dan mengurangi karyawannya.
Perusahaan itu akan menutup 600 outlet dan memberhentikan 12.000 pekerja di AS karena melemahnya ekspansi domestik setelah menaikkannya dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. Starbucks akan beralih ke China, Kanada, Inggris dan Jepang untuk mendorong pertumbuhan.
Perusahaan itu berharap dapat menggaet lebih banyak konsumen di China. Saat ini di China aada sekitar 100 juta konsumen kelas menengah dan jumlah ini akan bertmbah menjadi 200 juta pada 2020. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- BreadTalk keluarkan dua varian baru
- Indomaret gelar festival vokal
- UKM kesulitan modal ditawari merger
- Matahari bangun lagi gerai di Tunjungan Plaza
- McDonald's akan buka 175 restoran di China