Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Kamis, 07/08/2008 09:20 WIB

Mal tekan konsumsi listrik naikkan suhu ruang

oleh : Nurudin Abdullah

JAKARTA (Bisnis.com): Pengelola mal dan pusat perbelanjaan sepakat menekan konsumsi energi listrik hingga lebih dari 10% dengan tetap menjaga kenyamanan pengunjung.

Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta Andreas Kartawinata mengatakan
upaya penghematan listrik itu dilakukan dengan mengurangi suhu dingin ruang dan menaikkan temperatur perangkat pendingin ruangan (air conditioning) dari sekitar 20-21 derajat Celsius menjadi 24-25 derajat Celsius.

Dengan cara ini suhu di dalam gedung tidak sedingin sebelum ada penghematan listrik, tetapi para pengunjung tidak merasa terganggu dan bila mengetahui kondisi itu mereka dapat memakluminya.

"Usaha penghematan listrik itu sudah kami lakukan, termasuk dengan cara mengurangi penerangan di dalam dan luar gedung," katanya di Jakarta, hari ini.

Dia juga menjelaskan terkait dengan usaha penghematan energi listrik, pengelola mal dan pusat perbelanjaan akan mengaudit seluruh peralatan gedung yang pengoperasiannya tergantung pada listrik.
Tentunya, kata dia, yang melakukan audit terhadap seluruh peralatan di gedung yang dinilai boros energi adalah auditor independen.

Menurut Andreas, auditor harus benar-benar independen dalam pengertian tidak mengarahkan pada penggunaan suatu merek produk tertentu. "Kalau tidak independen nanti bisa mengarahkan ke merek produk tertentu, dan jika ternyata merek yang dipilih tidak memberikan banyak manfaat bagi usaha penghematan listrik, kan itu justru memberatkan kami," katanya.

Dia mengatakan upaya penghematan listrik di pusat perbelanjaan dan mal tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan pengunjung dan penyewa ruangnya serta daya tarik mal.

Menurut catatan PT PLN Distribusi Jakarta Raya, total rekening listrik di Jakarta mencapai sekitar Rp1,5 triliun per bulan dengan konsumen terbesar dari sektor industri dan perkantoran.(er)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 'Dunia usaha silakan replikasi Prospek Mandiri'
  • UMKM tetap bertahan di tengah krisis global
  • Kemenkop revisi PP Koperasi Simpan Pinjam
  • Peserta Koperasi Prospek Mandiri diminta kreatif

Komentar

Beri Komentar