Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Jumat, 15/08/2008 13:05 WIB
PLN instruksikan pakai genset 2 kali sepekan
oleh : Linda T. Silitonga
JAKARTA (Bisnis.com): PT PLN (Persero) terus melakukan sosialisasi dengan mengirimkan instruksi mengenai kewajiban memakai genset dua kali dalam sepekan kepada pusat belanja, hotel dan perkantoran.
“Kebijakan tersebut harus dilaksanakan paling lambat 25 Agustus. Padahal ada masalah teknis untuk memasok energi ke gedung secara bersamaan dari genset dan PLN,” kata Sutoto Soerjadi, Sekjen DPP APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia).
Dia mengatakan untuk melakukan sinkronisasi tersebut, satu pusat belanja diperkirakan harus merogoh kocek sekitar Rp1 miliar - Rp 2 miliar guna mengatasi masalah teknis penyaluran energi dari dua pembangkit listrik secara bersamaan.
APPBI, kata dia, mendapat informasi bahwa kekurangan pasokan energi bagi mal dari pengoperasian seluruh genset akan dipasok oleh pihak PLN, sehingga diperlukan sinkronisasi.
Seperti diketahui bahwa tertanggal 11 Agustus 2008, PT PLN (Persero) mengeluarkan surat instruksi kepada pendistribusi listrik Jawa dan Bali untuk melakukan pengurangan beban pelanggan B-3, I-3, dan I-4.
Isi instruksinya, pertama, bagi pelanggan B-3 berupa hotel dan mal yang beroperasi mulai pkl. 07.00-22.00, wajib menjalankan gensetnya dua kali seminggu mulai pkl. 17.00- 22.00. Sementara perkantoran swasta dan pusat belanja yang beroperasi pada pkl. 07.00-18.00 diwajibkan menggunakan genset dua kali sepekan pada pkl. 13.00-18.00.
Kedua, pelanggan I-3 dan I-4 yang belum termasuk dalam SKB lima menteri wajib mengurangi bebannya 100% pada hari kerja selama 1x24 jam sehari dalam sebulan.
Ketiga, kebijakan tersebut harus dilaksanakan sepenuhnya paling lambat 25 Agustus 2008. Keempat, bagi yang tidak mengikuti kebijakan tersebut akan dikenakan sanksi berupa load shedding (pemadaman listrik dari PLN).
Surat instruksi PLN yang diteken Direktur Jawa Madura Bali Murtaqi Syamsudin juga menginstruksikan pelanggan B-3, I-3, I-4 untuk menginventarisir data kapasitas dan kondisi genset yang dimiliki.
Di samping itu juga membuat model/klaster pengurangan beban pelanggan B-3, I-3, dan I-4 sehingga tercapai tujuan pengurangan beban per wilayah distribusi secara merata setiap hari kerja.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Indomaret gelar festival vokal
- UKM kesulitan modal ditawari merger
- Matahari bangun lagi gerai di Tunjungan Plaza
- McDonald's akan buka 175 restoran di China
- 4 Pelaku UKM raih Citi Mikro Entrepreneurship Award