Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Senin, 18/08/2008 13:23 WIB
Penjualan Department store di Korsel naik 5,9%
oleh : Taufik Wisastra
SEOUL (Bloomberg): Penjualan department store di Korsel pada Juli naik pada tingkat terendah dalam lima bulan yang menambah bukti perekonomian melambat.
Penjualan tiga jaringan toserba terbesar negara itu naik 5,9% dari setahun sebelumnya, turun dari kenaikan 11,2% pada Juni, ungkap Ministry Knowledge Economy di Gwacheon hari ini.
Rumah tangga, yang berjuang menghadapi lonjakan biaya hidup, mengurangi pembelian barang nonesensial. Keadaan ini diperkirakan menggerus pendapatan peritel seperti Lotte Shopping Co. Belanja moderat akan menekan perekonomian yang tumbuh pada level terendah pada kuartal lalu.
"Belanja konsumen untuk sementara akan tetap melemah seiring dengan menurunnya bursa tenaga kerja dan kenaikan bahan bakar serta biaya pinjaman. Sentimen mulai membaik saat harga minyak turun," ujar Go You Sun, ekonom pada Daewoo Securities Co di Seoul.
Indeks Kospi menurun 17% tahun ini, sementara perekonomian terbesar keempat di Asia itu menunjukkan isyarat melemah. Harga saham Lotte Shopping, operator toserba terbesar keempat di Korsel, turun 28% pada 2008. Harga saham Hyundai Department Store Co, operator terbesar kedua di Korsel, melemah 26%.
Kepercayaan konsumen pada Juli turun ke titik terendah dalam delapaan tahun terakhir. Ekonomi tumbuh 4,8% pada kuartal lalu dari setahun sebelumnya, terendah sejak awal 2007. Tingkat pengangguran tercatat 3,2% bulan lalu, naik dari 3% pada awal tahun. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Indomaret gelar festival vokal
- UKM kesulitan modal ditawari merger
- Matahari bangun lagi gerai di Tunjungan Plaza
- McDonald's akan buka 175 restoran di China
- 4 Pelaku UKM raih Citi Mikro Entrepreneurship Award