Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Senin, 18/08/2008 16:00 WIB

Disperindag Semarang tambah perajin terima subsidi

oleh : Arief Novianto

SEMARANG (Bisnis.com): Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang mengajukan tambahan data perajin tahu tempe sebanyak 123 orang untuk menerima subsidi kedelai dari pemerintah.

Kepala Disperindag Kota Semarang Arief Moelia Edie mengatakan tambahan data perajin itu khususnya dengan kapasitas produksi sangat rendah hanya 3-5 kg/hari, yang semula tidak diajukan. Menurut dia, pada penyaluran subsidi tahap pertama yang proses pembeliannya sudah berlangsung sejak Juli lalu, perajin yang diusulkan memiliki kapasitas produksi di bawah 100 kg/hari. Dari sekitar 900 ton kuota yang direncanakan, dia menambahkan hingga kini baru terserap hampir separuhnya, atau sekitar 400 ton, sehingga penambahan nama baru tidak akan berpengaruh pada pasokan kedelai.

"Perajin yang kami usulkan kali ini berjumlah 123 orang dan diharapkan dapat diterima, mengingat kebutuhan kedelai mereka relatif kecil, dan secara keseluruhan masih di bawah kuota Kota Semarang,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Arief menuturkan sebanyak 501 perajin tahu tempe di Semarang dengan kapasitas produksi di bawah 100 kg/hari, saat ini telah memperoleh subsidi pembelian kedelai sebesar Rp1.000/kg. Kebutuhan kedelai para perajin itu setiap bulan mencapai 966,18 ton kedelai, dengan nilai total subsidi yang diberikan untuk enam bulan sebesar Rp5,79 miliar.

Arief mengungkapkan pelaksanaan pembelian kedelai bersubsidi oleh para perajin hingga kini berjalan relatif lancar, dengan dilayani oleh empat distributor meliputi Primkopti Semarang Barat, Primkopti Semarang Timur, UD Jati Makmur, dan UD Sumber Agung. Penyaluran subsidi kedelai tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan membagi kupon yang harus diambil sendiri oleh perajin di kantor Disperindag, di Gedung Pandanaran lantai IV.

"Kupon diterbitkan dalam tiga jenis, dengan nilai nominal Rp10.000, Rp20.000, dan Rp100.000. Para perajin harus menyertakan KTP, kartu anggota, kartu belanja ketika membeli kedelai bersubsidi di distributor yang ditunjuk,” jelasnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • 'Dunia usaha silakan replikasi Prospek Mandiri'
  • UMKM tetap bertahan di tengah krisis global
  • Kemenkop revisi PP Koperasi Simpan Pinjam
  • Peserta Koperasi Prospek Mandiri diminta kreatif

Komentar

Beri Komentar