Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM


Rabu, 03/09/2008 19:18 WIB

Pemprov Jateng diminta berpihak pada UKM

oleh : Endot Brilliantono


SEMARANG (bisnis.com): Asosiasi industri mebel dan kerajinan Indonesia (Asmindo) Jateng meminta Pemprov mewujudkan keberpihakannya pada usaha mikro, kecil dan menengah yang justru keberadaannya banyak di pedesaan.

Ketua Asmindo Jateng Anggoro Rahmadi Putra mengatakan industri kecil yang padat karya itu membutuhkan perhatian lebih besar dari pemprov terutama dalam segi peningkatan kinerja industrinya. "Semua orang tahu kalau UKM itu butuh dukungan permodalan dan akses pasar," katanya.

Apalagi, lanjut Anggoro, industri kecil dan menengah itu merupakan nafasnya perekonomian di pedesaan yang menghidupkan ekonomi desa. Di sana masyarakat desa berkarya menghasilkan produk dengan memanfaatkan tenaga kerja dari desa sekitar sehingga mengurangi pengangguran di desa.

Lembaga ekonomi seperti inilah yang menurut Anggoro perlu dibantu pemerintah agar dapat berjalan dengan lancar. Sesuai slogan Gubernur Bibit Waluyo bali ndeso mbangun deso, sudah selayaknya lembaga perekonomian di pedesaan mendapat porsi perhatian yang cukup.

Biasanya, jelas Anggoro, UKM itu kelemahannya ada di sektor permodalan, promosi, dan pemasaran produknya. Hal itu juga terjadi di UKM bidang permebelan yang juga sering berhadapan dengan masalah modal jika ingin mengembangkan usahanya.

Dia menambahkan pihaknya berharap Pemprov Jateng memiliki program kerja yang berkesinambungan yang tercermin pada program dari dinas-dinas terkait di Pemkab/Pemkot. Diharapnkan program kerja itu bisa menjadi pendorong terciptanya lapangan kerja peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Penny operasikan restoran sandwich
  • Molto beri solusi hemat gunakan air
  • BSN dorong penggunan SNI di UMKM
  • Fastfood patok penjualan tumbuh 19%
  • Nila Sari siapkan kue setinggi 33 meter
  • BreadTalk keluarkan dua varian baru
  • Indomaret gelar festival vokal
  • UKM kesulitan modal ditawari merger
  • Matahari bangun lagi gerai di Tunjungan Plaza

Komentar

Beri Komentar