Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Kamis, 04/09/2008 19:29 WIB
Permintaan makanan dan minuman naik 50%
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Lonjakan permintaan produk makanan dan minuman di Jatim pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran akan melonjak hingga 50% dibanding kondisi normal.
Lonjakan tersebut berdasarkan jumlah delevery order (DO) yang telah diajukan sejumlah distributor kepada industri makanan dan minuman di Jawa Timur.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Jatim Yapto Willy mengatakan jumlah DO untuk antisipasi Lebaran tahun ini mengalami kenaikan 45%-50% dibanding puasa/Lebaran tahun lalu. DO terbesar tetap didominasi kue kering atau biskuit, sirup, minuman kaleng.
"Biasanya distributor mengajukan pemesan barang untuk dikirim secara bertaham guna menghindari terjadinya kerusakan," ujar Yapto di Surabaya.
Itu sebabnya kendati jumlah permintaan naik, perusahaan makanan dan minuman (mamin) tidak akan kesulitan karena setiap hari hanya memproduksi sesuai daftar DO. Dalam situasi perekonomian yang belum kondusif sebagai dampak dari kenaikan BBM, bahan baku serta kelangkaan sumber energi industri mamin tidak berani menaikan kapasitas terpasang pabriknya.
Artinya, tandas Yapto, mereka tidak berani melakukan stok terlalu banyak. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir tidak sedikit dari perusahaan tersebut yang justru mulai memangkas profit. Bahkan jika dirata-rata saat ini profit industri mamin di Jatim tinggal 12%-12,5%. Pada akhir 2007, profit mereka sudah turun menjadi 20%.
"Jadi sekalipun jumlah permintaan mamin meningkat, namun profit perusahaan masih terus terjun bebas, apalagi kenaikan konsumsi masyarakt ini diprediksikan hanya bersifat temporer yakni pada Lebaran saja," paparnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- SariWangi Gold tawarkan enam rasa teh
- Allure buka butik ke delapan di Bali
- Suryadharma serahkan mobil ke Mitra Tani
- Program OVOP untuk semua daerah
- Jogjakarta Eksotic raih Hiramatsu Award