Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Ritel & UKM
Jumat, 03/10/2008 17:58 WIB
Penjualan ritel di Eropa lesu
oleh : Taufik Wisastra
DUBLIN (Bloomberg): Penjualan ritel di Eropa menurun pada Agustus seiring berlanjutnya pelemahan ekonomi dan krisis keuangan global yang menekan kepercayaan konsumen.
Penjualan turun 1,8% pada Agustus dari setahun sebelumnya, menurut kantor statistik Uni Eropa di Luxembourg. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penjualan naik 0,3%.
Dengan perkiraan memburuknya perekonomian, sentimen konsumen Eropa melemah meski harga minyak menurun. Tigkat pengangguran di wilayaah euro naik menjadi 7,5% pada Agustus, tertinggi daalam setahun. Industri pabrikan dan jasa mengalami kontraksi untuk bulan keempat pada September.
"Bertambah bukti bahwa bursa tenaga kerja di zona Eropa makin melemah yang berdampak pada kepercayaan konsumen dan belanja," ujar Howard Archer, chief economist pada Global Insight di London.
Ekonomi Eropa mengalami kontraksi pada kuartal II untuk pertama kali dalam satu dasawarsa dan diperkirakan akan mengalami stagnasi pada sisa tahun ini, ungkap Komisi Eropa. Gruppo Coin SpA, jaringan department store terbesar di Italia, menyebutkan laba pada kuartal II anjlok 75% setelah kepercayaaan konsumen merosot ke titik terendah dalam 15 tahun.
Bangkrutnya Lehman Brothers Holdings Inc di New York dan langkah penyelamatan atas American International Group (AIG) Inc bulan lalu semakin menambah kekhawatiran terhadap sistem finansial global. Di Eropa, pemerintah Inggris membekukan operasi Bradford & Bingley Plc, sedangkan Belgia terlibat dalam penyelamatan Fortis and Dexia SA. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- SariWangi Gold tawarkan enam rasa teh
- Allure buka butik ke delapan di Bali
- Suryadharma serahkan mobil ke Mitra Tani
- Program OVOP untuk semua daerah
- Jogjakarta Eksotic raih Hiramatsu Award