JAKARTA (Bloomberg): PT Medco Energi Internasional Tbk, Mitsubishi Corp. dan PT Pertamina masih melakukan pembicaraan dengan pemerintah untuk menyepakati penjualan gas alam cair (LNG) dari Donggi, Sulawesi Tengah ke Jepang.
"Pembeli di Jepang sudah memberi waktu kepada kami untuk melanjutkan negosiasi dengan pemerintah," kata Direktur Proyek Medco Energi Lukman Mahfoedz kepada wartawan di Jakarta siang ini.
Dia menambahkan saat ini proyek LNG ini yang harus diselesaikan pada 2013. "Jadi kalau kami tidak menyelesaikan proyek tersebut pada 2013, pembeli akan mencari sumber lain," kata Lukman.
Menurut Lukman, para mitra kerjasama Medco untuk proyek ini tengah melakukan pembicaraan dengan pemimpin termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Pertamina menyatakan pada Mei lalu, memperkirakan akan memperoleh persetujuan dari pemerintah pada akhir tahun untuk menjual LNG ke Chubu Electric Power Co dan Kansai Electric Power Co.
Wapres Jusuf Kalla pada 18 Juni lalu mengatakan perusahaan di Indonesia seharusnya mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan LNG domestik disaat harga bahan bakar meningkat.
Mitsubishi dan mitranya berencana mengekspor gas dari Donggi Senoro ke negara-negara di Asia termasuk Jepang.
Lukman menambahkan kerjasama (venture) itu akan menjual LNG ke pembeli di Jepang dengan harga US$10,9 per juta British thermal unit (mmBtu) ketika harga minyak mentah mencapai US$70 per barel.
Menurut Lukman, venture itu akan menjual 335 juta kaki kubik per hari LNG ke pembeli di luar negeri dan 70 juta kaki kubik per hari untuk pembeli domestik.
Vice President Pertamina Arifin Takhyan pada Januari mengatakan Indonesia diprediksi memproduksi 20 juta ton LNG pada 2009 dari Arun dan Bontang, angka ini tidak berubah dari posisi tahun lalu. Jumlah ini tidak termasuk produksi dari proyek di Tangguh.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »