JAKARTA (Antara): PT Medco Energi Internasional saat ini berupaya mencari mitra baru guna mengelola blok Merangin I, Sumatra Selatan, setelah perusahaan migas asal Thailand, PTT Explorasi & Eksploitasi, mengundurkan diri dari blok tersebut.
"Kami telah mengundang pihak-pihak lain yang berminat untuk bergabung bersama kami mengelola Merangin I," papar Darmoyo Doyoatmojo, Direktur Utama PT Medco Energi Internasional, di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa investor migas yang menyatakan minat untuk bergabung bersama Medco. Bahkan, dua di antaranya telah mengunjungi data room Medco untuk mempelajari data yang tersedia terkait blok tersebut. "Setelah PTT melepas 39% kepemilikannya di sana, untuk saat ini Medco menguasai 80% saham di Blok Merangin I," jelas Darmoyo.
Selanjutnya, Medco akan menjual kembali 39% kepemilikan itu kepada investor yang baru. Medco sendiri menandatangani kontrak pengelolaan Blok Merangin I dengan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP-Migas), pada Oktober 2003.
Pada Juli 2005, PTT Eksplorasi & Eksploitasi, melalui anak perusahaannya PTT Merangin Company Ltd, dan Moeco Merangin Company Ltd, perusahaan migas asal Jepang, mengakuisisi kepemilikan Medco di Merangin I masing-masing sebesar 39% dan 20%.
Dengan bantuan kedua perusahaan asing tersebut, sejak 2006 hingga awal 2009, Medco Energi Internasional mampu melaksanakan programnya untuk melakukan seismik 2 dimensi sepanjang 490 km dan membor beberapa sumur eksplorasi di blok tersebut.
Namun, pada awal 2009, PTT Eksplorasi & Eksploitasi menyatakan mengundurkan diri dari Blok Merangin I dengan alasan kandungan minyak dan gas di sana kurang ekonomis untuk dikembangkan.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »