
JAKARTA (Antara): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pengiriman pertama LNG dari Tangguh, Papua Barat, kepada pembeli akan dilaksanakan mulai bulan Juli tahun ini dan rencananya ditujukan kepada pembeli di Fujian, China, atau ke Korea Selatan.
"Pengiriman pertama LNG dari kilang pengolahan di Tangguh belum tentu ke pembeli di Fujian, China. Hal ini disebabkan terminal penerima LNG di Fujian itu belum siap. Kalau memang belum siap, ya, pengiriman pertama akan kami alihkan ke tempat lain dulu. Ke Korea Selatan, bisa", papar Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM, di Jakarta, hari ini.
Purnomo mengungkapkan akhir pekan ini ia akan melakukan kunjungan kerja ke kilang LNG Tangguh guna melihat sejauh mana persiapan di sana.
Terkait harga LNG untuk pembeli Fujian, Purnomo mengatakan telah ada perbaikan yang signifikan.
"Dulu harga ke Fujian dan Posko, Korea, dianggap terlalu rendah. Kemudian, kami lakukan negosiasi ulang dan pihak Fujian akhirnya bersedia menaikkan harga", pungkas Purnomo.
Di dalam negosiasi tersebut, urai dia lagi, pihak Fujian juga bersedia melakukan peninjauan harga setiap empat tahun.
"Sekarang pihak Korea juga bersedia mengikuti harga Fujian. Mereka telah melayangkan comfort letter kepada kita", tambah Purnomo lagi.
Harga LNG kepada CNOOC untuk pengiriman ke Fujian, awalnya disepakati dengan batas atas pada harga minyak mentah 25 dolar AS per barel. Setelah negosiasi ulang dilakukan, maka harga tersebut diperbaiki menjadi pada batas atas harga minyak mentah sebesar 38 dolar AS per barel.
Kilang Liquefied Natural Gas (Gas Alam Cair) di Tangguh, Papua Barat, dikelola oleh perusahaan Migas BP. Kapasitas produksi kilang Tangguh adalah sebesar 7,6 juta ton per tahun (MTPA), dengan cadangan gas sebesar 14 tillion cubic feet (TCF).
Kontrak jual beli LNG telah disepakati dengan para pembeli dari berbagai negara seperti, Sempra Energy Marketing Co., untuk pengiriman ke Costa Azul, Mexico, sebesar 3,7 MTPA. Harga LNG ke Sempra disepakati sesuai dengan harga gas pada Southern California Index Price (Socal).
Kemudian dengan CNOOC untuk pengiriman ke Fujian, sebesar 2,6 MTPA. Sementara ke Korea Selatan adalah dengan SK Corp. dan Posco masing-masing sebesar 1,1 MTPA, dan terakhir sebesar 120.000 ton per tahun ke Tohoku electric, Jepang. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »