KENDARI (Bisnis.com): Wapres Jusuf Kalla meminta Pemprov Sulawesi Tenggara memberikan peluang kepada perusahaan nasional untuk menggarap investasi tambang emas di sembilan lokasi, dengan perkiraan cadangan terendah mencapai 1,12 juta ton senilai Rp303,75 triliun.
"Kita punya pengalaman memberikan tambang emas kepada perusahaan asing, ternyata kemudian kita marah [kecewa]. Tambang di Papua diberikan kepada Freeport dan Nusa Tenggara diberikan kepada Newmont, ternyata kita menerima royalti sambil marah," katanya dalam acara pemaparan potensi ekonomi Sulawesi Tenggara oleh Gubernur Nur Alam di Kendari, hari ini.
Wakil Presiden meminta Pemprov Sulawesi Tenggara supaya bisa mengelola potensi tambang emas itu untuk kepentingan ekonomi daerah dan masyarakat.
Untuk itu Wapres mengingatkan agar tidak mudah tergoda menawarkan tambang itu kepada perusahaan asing, karena hasilnya tidak akan sebaik bila dikelola perusahaan nasional.
Selain itu, Kalla meminta agar usaha tambang tradisional yang dikelola oleh sekitar 60.000 penambang individu untuk dibina dan bukan dihancurkan.
Gubernur Sultra mengatakan saat ini tim ahli tambang dari pusat masih terus melakukan penelitian terhadap potensi tambang emas di daerahnya tersebut. Menurut dia, dalam proyeksi para ahli tambang itu sedikitnya ada cadangan emas sebesar 1,12 juta ton di sembilan lokasi, dengan nilai tambang mencapai Rp303,75 triliun.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »