Perancis desak negara G8 bahas harga minyak

Selasa, 30/06/2009 10:52:52 WIBOleh: Antara
PARIS (Antara): Prancis menginginkan Kelompok delapan negara industri maju (G8) membicarakan berbagai langkah mengenai pengaturan harga minyak pada pertemuan puncak (KTT) di Italia bulan depan, sumber pemerintah Prancis mengatakan.

Presiden Prancis Nicolas Sarkoazy mengatakan pada Mei lalu bahwa ia menginginkan para produsen dan konsumen minyak menyepakati mengenai regulasi harga dalam upaya melindungi para pembeli dari ketidakpastian pasar, sementara juga menjamin investasi di sektor energi.

Sumber tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Prancis telah membicarakan usulan Sarkozy tersebut dengan mitra-mitra G8-nya, dengan harapan mencapai perjanjian mengenai perlunya lebih transparansi dan regulasi serta pembicaraan dengan para produsen mengenai kepastian kisaran harga yang pantas.

"Tidak seorangpun menginginkan harga ke tingkat rendah karena kami ingin investasi di sektor minyak dan juga, jika harga minyak rendah, akan menghambat pembangunan teknologi hijau," kata sumber tersebut.

"Tetapi harga terlalu tinggi juga akan menghambat pertumbuhan."

KTT G8 mendatang akan diselenggarakan mulai 8 sampai 10 Juli di l`Aquila, Italia.

Para produsen dan konsumen minyak ke duanya menyatakan bahwa harga minyak yang rendah merugikan investasi dalam produksi ke depan, sementara harga yang terlalu tinggi menghambat permintaan dalam jangka panjang.

Harga minyak mentah sempat mencapai tingkat tinggi di atas US$147 per barel tahun lalu, yang kemudian menurun hingga di bawah US$40 per barel beberapa bulan terakhir karena krisis ekonomi global. Pada Senin, minyak diperdagangkan di atas US$71 per barel. (dj)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika