BEIJING (Bloomberg): China, pemakai energi terbesar kedua di dunia, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sampai dengan 11% untuk mencegah kerugian yang diderita China Petroleum & Chemical Corp seiring dengan kenaikan minyak dunia.
National Development and Reform Commission mengumumkan harga bensin 90 octane dipatok maksimum 5,71 yuan (US$0,84) per liter atau sekitar US$3,16 per galon. Angka itu lebih tinggi dari rata-rata US$2,69 per galon di AS. Kenaikan BBM ini merupakan yang ketiga sepanjang tahun ini.
China Petroleum, atau dikenal dengan Sinopec, BUMN minyak terbesar, pernah menjelaskan bakal menderika kerugian dalam mengelola minyak menjadi BBM jika harga mencapai di atas US$60 per barel dan pemerintah menghentikan kenaikan harga. Inflasi di China turun untuk bulan keempat pada Mei, memberi peluang bagi pemerintah untuk menaikkan biaya minyak.
Minyak mentah berjangka naik 60% menjadi lebih dari US$70 per barel di New York tahun ini menyusul optimisme pemulihan ekonomi global yang pada gilirannya meningkatkan permintaan BBM.
"Kenaikan harga ini merupakan kabar yang positif bagi Sinopec dan juga PetroChina. Pemerintah juga terlihat serius menerapkan mekanisme harga sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah," kata Grace Liu, analis Guotai Junan Securities, di Shenzhen.
Saham Sinopec naik sampai dengan 4,6% menjadi 11,08 yuan dan diperdagangkan pada 10,75 yuan pada 1:06 p.m. di Shanghai. Di bursa Hong Kong, sahamnya naik 5,9% menjadi HK$6,06. PetroChina Co, perusahaan minyak terbesar kedua, naik 2,8% di Shanghai dan 3,1% di Hong Kong.
Mekanisme pengaturan harga oleh pemerintah dikenalkan pada Desember yang memasukkan biaya pengolahan minyak mentah ke minyak, pajak, dan laba perusahaan minyak. China harus menyesuaikan harga BBM ketika biaya pengolahan berubah lebih dari 4% dalam 22 hari kerja. Kenaikan harga pemerintah terakhir terjadi pada 1 Juni sebesar 400 yuan per ton atau 8%.
Laba Sinopec turun 47% pada tahun lalu sebelum sistem perubahan harga diterapkan pemerintah. PetroChina mencatatkan kenaikan empat kali lipat akibat kerugian dalam pemrosesan minyak sepanjang tahun lalu.
NDRC menambahkan harga bensin dan solar akan naik sebesar 600 yuan per ton dan bahan bakar jet 620 yuan. Kenaikan harga itu, lanjutnya, berbeda antara satu kota dengan lainnya. Sementara bensin dan solar untuk militer juga naik antara 9,8% dan 11,1%.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »