PLN andalkan ekses power atasi defisit ilstrik

Senin, 23/11/2009 14:26:41 WIBOleh: Rudi Ariffianto
JAKARTA (Bisnis.com): PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjadikan pembelian ekses power pembangkit listrik swasta sebagai strategi utama untuk mengatasi defisit listrik sampai masuknya daya dari pembangkit baru yang dibangun PLN melalui skema pembangkitan 10.000 megawatt (MW).

Dirut PLN Fahmi Mochtar mengatakan saat ini perseroan sudah membeli ekses power sebanyak 96 MW untuk mengatasi defisit listrik di beberapa daerah. Daya tersebut diperuntukkan bagi wilayah Sumatera Utara  12 MW, Riau 16 MW, Bintan 4 MW, Jawa Timur 10 MW, Kalimantan Timur 17 MW, Jawa Barat 20 MW, Lampung 6 MW, dan Jambi 11 MW.

“Pembelian ekses power itu sebenarnya sudah menjadi strategi PLN. Akan tetapi, dengan kondisi seperti ini, pembelian ekses power tersebut menjadi strategi utama dalam jangka pendek,” jelasnya kepada Bisnis. com, hari ini.

Fahmi mengatakan perseroan masih akan terus mencari ekses power dari beberapa perusahan daerah, termasuk ekses power dari perusahaan perkebunan. Dalam pembelian daya tersebut PLN menempatkan perusahaan produsen sebagai mitra, dengan memberikan harga yang cukup baik bagi produsen.

Namun, dia tidak memberikan detil harga yang diterapkan kepada produsen mengingat variasi jenis bahan bakar yang digunakan. “Mereka ada yang menggunakan air, gas, minyak, dan juga batu bara. Yang jelas akan menarik juga bagi mereka karena akan mendapatkan revenue yang memadai dari daya yang sebelumnya tidak digunakan. Di sisi lain, PLN juga sudah memastikan pasokan itu akan berjalan secara kontinyu selama masa kontrak.”

Sementara itu, terkait dengan perbaikan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi Cawang, dia mengatakan sejauh ini telah mencapai 88%. Saat ini, katanya, perbaikan memasuki tahap pemasangan gas insulated line (GIL) 500 kV. Apabila pekerjaan itu tuntas, katanya, akan dilanjutkan dengan wiring sebelum dilakukan uji coba.

“Kami akan upayakan GITET Cawang bisa tuntas sebelum 19 Desember sehingga tidak diperlukan lagi pemadaman,” tuturnya.(er)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika