• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Dirjen Migas: Jangan khawatir harga minyak

Jumat, 04/01/2008 19:26:25 WIBOleh: Rudi Ariffianto
JAKARTA: Pemerintah akan lebih mengutamakan langkah penghematan atau efisiensi konsumsi bahan bakar minyak untuk menyikapi kecenderungan naiknya harga minyak mentah dunia.

Dirjen Migas ESDM Luluk Sumiarso mengatakan sekalipun sempat menyentuh US$100 per barel pada perdagangan Rabu, harga minyak itu tidak bertahan terlalu lama sehingga belum terlalu mengkhawatirkan.

Di sisi lain, harga minyak Indonesia yang menjadi acuan penetapan APBN dan kebijakan pemerintah masih berada di kisaran US$91,54 per barel pada Desember.

“Langkah-langkah utama untuk sementara ini lebih pada penghematan dan efisiensi penggunaan BBM dengan mengurangi penggunaan yang tidak perlu. Ini seharusnya dilakukan walaupun harga minyak tidak tinggi,” tuturnya hari ini.

Bahkan, tambahnya, bila harga ICP mencapai US$100 per barel pun, pemerintah belum akan melakukan langkah pengamanan APBN 2008 hingga diketahui seberapa lama harga itu bertahan.

Luluk mengakui dengan harga ICP US$100 per barel memang akan memberikan beban berat pada subsidi pemerintah. Wacana program pengalihan premium real octane number (RON) 88 ke RON 90, ungkapnya, didasari asumsi beban subsidi premium yang bisa mencapai sekitar Rp57 triliun.

“Maka dengan pengalihan dua juta kiloliter premium itu diharapkan bisa kurangi subsidi sekitar Rp5,7 triliun,” katanya.(ln)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika