Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 09/04/2008 18:26 WIB
Pemkot Semarang monitor alokasi minyak tanah bersubsidi
oleh : Endot Brilliantono
SEMARANG: Pemda Kota Semarang melakukan monitor pengalokasian minyak tanah bersubsidi di daerah Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara, Kota Semarang menyusul aksi masyarakat sana yang cenderung mengarah pada tindakan anarki.
Kasie Humas, Kantor Informasi dan Komunikasi (Infokom), Pemda Kota Semarang, Achyani mengatakan pihaknya melakukan kegiatan ini untuk mencegah timbulnya kerawanan sosial akibat penyaluran minyak tanah yang kurang mengenai sasaran. “Karena itu kami minta kepada Pertamina untuk tidak mengurangi jatah minyak tanah di Tambak Lorok,” katanya kepada Bisnis hari ini.
Menurut Achyani alokasi minyak tanah untuk Tambak Lorok yang ada saat ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat di sana. Karena itu Pemda meminta agar pasokan minyak tanah di sana tidak dikurangi agar tiodak mengganggu stabilitas masyarakat di perkampungan nelayan itu.
Dia menjelaskan pemantauan distribusi minyak tanah bersubsidi akan semakin diperketat seiring kebijakan pemerintah tentang pembatasan minyak tanah bersubsidi dengan kartu kendali. Gubernur Jateng melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No.44/ 2007 telah mengatur teknis pedoman pengawasan distribusi minyak tanah bersubsidi di Jateng.
Menurut dia, hal mendasar dari kartu kendali ini adalah menghindari adanya penyelewengan minyak tanah bersubsidi. Tujuannya, jelas Achyani, agar pemakaian minyak tanah bersubsidi sesuai dengan sasaran yang dituju pemerintah.
Seperti diketahui pemerintah saat ini memberlakuan pembatasan pembelian minyak tanah melalui kartu kendali yang menetapkan setiap Kepala Keluarga (KK) hanya diizinkan membeli 5- 8 liter. Sementara kebutuhan minyak tanah para nelayan di sana perharinya mencapai 20 liter, sehingga jatah 5 liter per KK tidak mencukupi.
Kondisi ini memicu terjadinya aksi pemblokiran kran penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Jawa Tengah dari kapal tanker ke depo pertamina di Pengapon. Warga telah menyegel keran pertamina, sampai ada penjelasan dari pihak Pertamina. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- Harga Pertamax naik Rp300 mulai hari ini
- China kembali naikkan harga BBM sampai 11%
- Perancis desak negara G8 bahas harga minyak
- JK: Tambang emas di Sultra agar digarap sendiri
- Medco siap suplai gas 5 juta MMSCFD