Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Senin, 05/05/2008 16:51 WIB

Presiden isyaratkan kenaikan BBM

oleh : Ratna Ariyanti & Tri D. Pamenan


JAKARTA (Bisnis): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Tadi dikatakan harap-harap menunggu pengumuman kenaikan harga BBM. Insya Allah saya, Wakil Presiden, menteri terkait, akan melaksanakan sidang kabinet terbatas untuk penggodokan tentang policy, pilihan dan langkah tindakan yang akan pemerintah jalankan," ujar Presiden.

Kepala Negara mencontohkan kebijakan untuk menaikkan harga BBM yang pernah dilakukan pemerintah pada 2005 memerlukan pengkajian selama dua hingga tiga minggu.

Tahapan yang saat ini dijalankan pemerintah, lanjut Presiden, tidak lagi berfokus pada pilihan menaikkan atau tidak menaikkan harga BBM, tapi sudah masuk ke besaran persentase kenaikan dan komoditas apa saja yang akan dinaikkan.

"Kalau naik berapa, komoditas  apa saja, apakah 20%, apakah 25%, apakah 30%, dan mengapa sampai pada angka itu. kemudian instrumen yang menyertai itu apa saja," katanya.

Hingga saat ini Sidang Kabinet Terbatas masih dilakukan di Kantor Kepresidenan. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu ikut terlibat dalam Sidang Kabinet Terbatas ini, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Pemerintah diketahui menyiapkan skenario kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi rata-rata 28,7% untuk diterapkan mulai 1 Juni 2008 menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia.

Proposal kenaikan harga BBM bersubsidi itu meliputi harga minyak tanah untuk rumah tangga, yang naik 25% menjadi Rp2.500 per liter, bensin premium naik 33,33% menjadi Rp6.000 per liter, dan solar naik 27,91% menjadi Rp5.500 per liter.  (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • China tambah impor bensin & solar April
  • Rush buying picu permintaan BBM
  • Antam garap proyek US$700 juta
  • Pemerintah diminta cari opsi lain soal BBM
  • Konsumsi subsidi minyak RTM hanya 7%
  • 4 Perusahaan Korsel bangun kilang di Kuwait
  • Venezuela-China kerja sama minyak
  • Chevron akan PHK 1.000 pekerja
  • Caltex Australia akan tutup 2 unit kilang

Komentar

#1 - sudah saatnya naik...

sudah saatnya ..., premimum buat naek...., yang kita khawatirkan adalah produk konsumsi yang sudah naik tapi BBM belum naik, ini akan mengakibatkan ketika BBM naik, barang konsumsi kemungkinan ikut naik. Bila wacana kenaikan tdk semakin diaplikasikan sekarang .. dikhawatirkan ketika kenaikan BBM nantinya akan menggenjot harga barang yang lain yang sudah melangit....,

yozz - surabaya @ 05/05/2008 - 17:18 WIB dari 222.124.56.31 (31.subnet222-124-56.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar