Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Rabu, 07/05/2008 18:38 WIB
Produksi minyak digenjot 1,2 juta barel pada 2010
oleh : John Andhi Oktaveri
BALIKPAPAN: Pemerintah menargetkan tidak mengimpor maupun mengekspor minyak dengan menggenjot produksi hingga 1,2 juta barel per hari pada 2010 melalui percepatan pembangunan kilang baru dan pengembangan kilang minyak yang ada.
"Kita punya target setidaknya 1,2 juta barel per hari pada 2010. Semua kilang minyak kita harus mampu mengolah minyak kita sendiri sehingga tidak perlu impor-ekspor lagi," kata Wapres saat memberikan pengarahan pada direksi Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan hari ini.
Penetapan target tersebut, ujar Wapres, ditujukan untuk menghindari gonjang-ganjing harga minyak mentah dunia yang saat ini sudah di atas US$120 per barel.
Dalam kesempatan itu, Wapres sempat meninjau kilang minyak didampingi Menneg BUMN Sofyan Djalil, Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan dan Direktur Pengolahan Pertamina Rukmi Hadihartini.
Wapres menilai Indonesia mengalami keterlambatan dalam meningkatkan produksi minyak akibat telat dalam membangun kilang baru. Dia merujuk pada kasus di Cepu dan Natuna yang terlambat digarap.
"Berapa tahun kita tunda Cepu dan Natuna. Sekarang baru terasa. Sekiranya lima tahun lalu Cepu sudah dibangun, sekarang akan ada tambahan 250.000 barel produksi per hari," kata Wapres.
Demikian juga pembangunan dan perbaikan kilang minyak, Indonesia terlambat melakukannya. Akibatnya kilang minyak dalam negeri tidak sanggup mengolah minyak produksi sendiri sehingga minyak harus diekspor dan Indonesia mesti mengimpor produk jadi.
"Sekiranya kilang minyak tiga tahun lalu di sini diperbaiki maka impor kita tidak sebesar sekarang. Setiap keterlambatan membangun kilang kita kehilangan kesempatan," tegasnya.
Wapres meminta kejadian tersebut jangan terulang lagi dengan cara membangun kilang baru dan memperbaiki kilang-kilang minyak lama sehingga efisiensi makin tinggi. "Yang penting seperti itu, jangan jadi bangsa telat," tandasnya.
Dalam kesempatan itu Wapres juga sempat meminta Polda Kaltim menjaga kilang minyak UP V Pertamina Balikpapan sehingga stabilitas produksi bisa terjamin.
Terkait dengan target produksi Pertamina dari enam wilayah pengolahan minyak termasuk Balikpapan, Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan menjelaskan pihaknya saat ini akan konsentrasi untuk memenuhi kuota produksi minyak nasional sebesar 920.000 barel per hari sesuai dengan yang digariskan dalam APBNP.
Dari sisi Pertamina sendiri target untuk tahun ini sebesar 130.000 barel per hari dan sebesar 170.000 pada tahun 2009. "Insya Allah bisa terpenuhi," ujarnya ketika ditanya soal pemenuhan atas target tersebut.
Dia mengatakan salah satu upaya untuk memenuhi target tersebut adalah dengan menjadikan sejumlah kilang minyak menjadi bernilai tambah guna meningkatkan efisiensi produksi di samping mempercepat pengembangannya. Dia mengakui masih ada sebagian kilang yang justru harga produksinya lebih rendah dari minyak mentah.
"Tahap pertama menghilangkan yang tidak punya added value menjadi added value dengan menambah perlatan," katanya menegaskan.
Namun Iin enggan menyebutkan sejauhmana upaya pengembangan itu dan berapa nilai investasinya mengingat teknologinya terus
berkembang. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- PLN cari dana asing US$3,5 miliar
- Pemerintah bersedia ke DPR soal BBM
- Bumi akan jual batu bara ke Jepang
- Sinopec produksi gas lagi setelah gempa
- 'Lambannya keputusan harga BBM rugikan pemerintah'