Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Rabu, 14/05/2008 15:48 WIB

Rush buying picu permintaan BBM

oleh : Irsad Sati


JAKARTA (Bisnis): Pemerintah mengakui adanya tren kenaikan permintaan BBM karena munculnya rush buying setelah disampaikannya rencana kenaikan harga bahan bakar.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan peningkatkan itu sudah terdeteksi di Jawa Timur yang naik permintaannya hingga 12% di atas kebutuhan normal, dan di Jawa Barat naik 18% di atas kebutuhan normal.

"Ini terjadi karena adanya rush buying. Kita minta agar masyarakat tenang. kita sedang mengkaji sekarang ini," ungkapnya sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Presiden hari ini.

Menurut dia, dalam rapat itu akan dilaporkan kepada Presiden tentang kenaikan permintaan itu untuk memperkuat stok untuk kebutuhan 20-20 hari agar pasokan aman. Pihaknya juga sudah meminta Pertamina untuk menjamin stok BBM guna mengantisipasi kenikan permintaan.

Dia menuturkan rush buying itu terjadi lantaran adanya respons masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM. "Macam-macam, ada yang menimbun, masyarakat kecil juga yang nimbun menunggu kenaikan karena cari untung. Kita sudah minta Pertamina perkuat pasokan." (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Shell akan bangun pabrik baru di Singapura
  • PLTU Cilacap bakal normal
  • Impor LNG Taiwan hanya naik 2,8%
  • Bagi hasil produksi minyak harus diselesaikan
  • Jakarta jadi pilot project hemat energi
  • PLTU Cilacap hentikan produksi
  • Harga minyak naik usai pertemuan Jeddah
  • Serangan militan paksa Shell setop produksi
  • Depkeu bantah naikkan harga BBM 2009

Komentar

Beri Komentar