Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi


Jumat, 16/05/2008 16:18 WIB

PLN cari dana asing US$3,5 miliar

oleh : M. Munir Haikal

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara akan mencari pendanaan dari perbankan asing senilai US$3,5 miliar untuk mendukung proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 10.000 megawatt (MW).

Wadirut PLN Rudiantara mengatakan perseroan telah mendapatkan komitmen kredit Bank Exim China dan Barclay Group menyepakati pinjaman sebesar US$1,5 miliar.

"Kami juga sudah mengamankan pendanaan dalam bentuk rupiah," ujarnya siang ini.

PLN kini membutuhkan pinjaman rupiah untuk PLTU Teluk Naga 3x300 MW, PLTU Pelabuhan Ratu 3x300 MW, dan PLTU Tanjung Awar-awar 2x300 MW. Selain itu, pembukaan tender juga dilakukan untuk PLTU di luar Jawa, seperti PLTU Sumatra Utara 2x200MW, PLTU Lampung 2x100-150 MW, dan beberapa PLTU lain.

Kalangan perbankan dalam negeri telah menyarankan PLN untuk meminjam dalam bentuk rupiah dalam mendanai pembangunan proyek PLTU 10.000 mega watt (MW) agar terhindar dari risiko mismatch currency.

Pada proyek listrik PLTU Indramayu dan Rembang yang kebutuhan valas masing-masing US$261 juta dan US$592 juta dibiayai oleh Barclays. Adapun PLTU Suralaya dan Paiton dibiayai Bank Exim China masing-masing sebesar US$284 juta dan US$330 juta. (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • SKB soal listrik segera diteken
  • China National naikkan produksi gas 18%
  • China turunkan impor minyak mentah
  • PLN mungkin beri kompensasi

Komentar

Beri Komentar