Bisnis Indonesia Online » Sektor Riil » Tambang & Energi
Kamis, 19/06/2008 17:05 WIB
Serangan militan paksa Shell setop produksi
oleh : Taufik Wisastra
LAGOS, Nigeria (AP): Royal Dutch Shell menghentikan produksi di sumur minyak lepas yang menghasilkan sekitar 200.000 barel per hari setelah kelompok militan di Nigeria menyerang anjungan itu.
Pemimpin Movement for the Emancipation of the Niger Delta mengatakan kelompok militan menyerang ladang minyak Bonga yang berada sekitar 65 mil dari daratan. Namun penyerang tidak dapat memasuki ruang kontrol komputer yang ingin mereka hancurkan.
Olav Ljosne, juru bicara Royal Dutch Shell, mengkonfirmasukan serangan itu. Namun dia tidak memberikan rincian. Dia hanya mengatakan produksi di ladang itu terhenti.
Kelompok militan itu juga mengatakan mereka menculik seorrang pekerja asing dari kapaal pemasok yang mereka temui ketika kembali dari penyerangan. Serangan terhadap fasilitas lepas pantai boleh dibilang jarang terjadi.
Pejabat industri perminyakan menilai operasi mereka di lepas pantai lebih aman ketimbang di teluk atau daerah rawa di selatan Delta Niger yang mengaalami serangan terbanyak selama dua tahun terakhir. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Gustav rusak sedikit peralatan Shell
- Bursa beri peringatan tertulis pada PLN
- ArcelorMittal beli 50% saham Kalagadi
- DPR minta BPK segera audit 54 KKS migas
- Presiden tegur Pertamina dan Kementerian BUMN